Kepulauan Seribu Tercemar Limbah Minyak, Anies Panggil Pertamina

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 02 Agustus 2019 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 02 338 2086855 kepulauan-seribu-tercemar-limbah-minyak-anies-panggil-pertamina-7VYGmjcBIF.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanggil pihak Pertamina dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ke Balai Kota, Jakarta Pusat hari ini.

Dalam pertemuannya itu, Anies meminta penjelasan terkait peristiwa pencemaran di Kepulauan Seribu akibat kebocoran minyak dan gelembung gas dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan lepas pantai Karawang yang sudah sampai ke Kepulauan Seribu.

"Pagi hari ini, kami melakukan pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak Pertamina dan SKK Migas. Tadi, Pak Dharmawan menceritakan runtutan peristiwanya, lalu langkah-langkah yang sudah dikerjakan dan juga rencana ke depan yang akan kami lakukan," ujar Anies, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga:  DPR Minta Pertamina Tuntaskan Pencemaran Minyak di Perairan Karawang

Dikarenakan limbah minyak tersebut, kini sudah mencemari perairan Jakarta, maka dari itu, Anies Baswedan menyebutkan bahwa Pemprov DKI akan bekerjasama dengan Pertamina untuk menyelesaikan masalah ini.

Ilustrasi 

Selain akan membersihkan limbah di perairan Jakarta, pihak Pertamina juga berjanji akan membangun komunikasi dengan masyarakat, terutama nelayan yang terdampak dari limbah minyak tersebut.

"Benar sekali bahwa yang kita harus lakukan segera adalah memberikan comfort kepada para masyarakat yang terimbas terdampak oleh adanya kejadian oil spill ini dan kami akan lakukan dengan sesegera mungkin," ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Syamsu.

Dharmawan pun merasa senang akan pertemuan yang dilakukan. Dengan begitu, pihaknya dapat mengetahui informasi dan data agar masalah tersebut dapat ditanggulangi dengan cepat.

"Dengan adanya dialog yang terjadi hari ini, kita mendapatkan lebih banyak data, dan data-data ini akan segera kita pastikan penanggulangan dapat lebih kita tingkatkan lagi dan difokuskan lagi karena dengan semakin kita memiliki data semakin kita bisa mengefektifkan upaya-upaya kita," ujarnya.

Baca Juga: Warga Terdampak Pencemaran Minyak di Perairan Karawang Keluhkan Gatal dan Batuk 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini