nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ungkap Sopir Truk Sempat Salip Angkot Sebelum Terguling di Karawaci

Isty Maulidya, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 23:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 02 338 2087109 polisi-ungkap-sopir-truk-sempat-salip-angkot-sebelum-terguling-di-karawaci-BkN4Mfs512.jpg Polisi menunjukan kronologi kecelakaan truk terguling menimpa mobil di Karawaci, Tangerang (Foto: Isty Maulidya)

TANGERANG - Polres Metro Tangerang Kota merilis kronologi terjadinya kecelakaan maut antartruk tanah dan mobil pribadi yang menewaskan 4 orang di Kecamatan Cibodas-Tangerang pada Kamis 1 Agustus 2019 pagi.

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Juang Adi Prayitno menjelaskan, awal terjadinya kecelakaan disebabkan sopir yang ingin menyalip angkot. Kemudian, truk hilang kendali dan terguling ke arah kanan dan menimpa mobil Daihatsu Sigra yang sedang melaju dari arah sebaliknya.

"Truk tanah melaju ke arah Palem Semi, kemudian menyalip angkot tapi akhirnya hilang kendali. Lalu, dari arah sebaliknya melaju mobil Daihatsu Sigra yang ditumpangi korban. Karena hilang kendali as truk patah yang menyebabkan truk terguling dan menimpa mobil korban" ujar Juang, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga: Kasus Kecelakaan Karawaci Maut, Sopir Truk Resmi Jadi Tersangka

Kecelakaan truk

Penjelasan tersebut sekaligus menepis kabar yang beredar bahwa sopir truk berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang, dan penyebab terjadinya kecelakaan murni karena kelalaian sopir.

"Ini murni karena kelalaian sopir. Hasil tes narkoba dan lain-lain hasilnya negatif semua. Jadi, tersangka tidak dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan" ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Abdul Karim. 

Selain itu, Lulu Karsan selaku saksi ahli dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang juga menegaskan bahwa kendaraan tersebut layak jalan, hanya saja surat Uji KIR sudah habis masa berlakunya.

"Semuanya bagus, rem dan mesin-mesin juga bagus. Hanya saja kelebihan muatan dan Uji KIR nya sudah habis masa berlakunya. Muatan maksimal 20 ton, tapi dia bawanya 30 ton," ujarnya.

Saat ini, tersangka sudah ditahan di Mapolrestro Tangerang Kota dan diancam hukuman maksima 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 miliar.

Baca Juga: Dishub Tangerang Kandangkan 52 Truk Bermuatan Lebih Pasca-Kecelakaan Maut di Karawaci

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini