nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahun Depan, Transjakarta Hapus Sistem Pembayaran Tunai di Dalam Bus

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 09:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 05 338 2087734 tahun-depan-transjakarta-hapus-sistem-pembayaran-tunai-di-dalam-bus-y6nGEbg9NJ.jpg Bus Transjakarta. (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta akan secara terus-menerus membenahi semua aspek sistem yang dikelolanya. Salah satu yang akan diperbaiki adalah tata kelola pembayaran, yakni tidak diizinkan lagi membayar dengan uang tunai di dalam bus.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan peningkatan serta pembenahan tata cara pembayaran, baik di halte maupun di atas bus, akan terus dilanjutkan secara berlanjut.

Baca juga: Listrik Mati, Transjakarta Berlakukan Tiket Manual 

Ia mengatakan, penggunaan kartu pembayaran di halte-halte dan dalam armada bus menjadi cara yang sangat efektif.

Bus Transjakarta. (Foto: Okezone)

Agung menuturkan, ketergantungan penggunaan mesin electronic data capture (EDC) di dalam bus akan dihentikan pada akhir tahun ini. Semua armada akan menggunakan sistem pembayaran tap on bus (TOB) mulai tahun depan. Pembayaran tunai di dalam bus juga akan dihapus.

"Nantinya semua akan menggunakan pembayaran TOB dan tidak ada lagi pembayaran dengan kartu uang elektronik di mesin EDC. Fasilitas TOB akan menggantikan mesin EDC dari perbankan. Sistem ini ditargetkan rampung akhir 2019," ujar Agung dalam keterangannya, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Kisah Tangisan Wanita di "Kuburan Massal" Bus Transjakarta 

Menurut dia, transaksi dengan TOB mengurangi terjadinya kebocoran pemasukan tiket, karena semua laporan penjualan tiket tercatat di perbankan.

"Jadi, semua akan cashless, tidak ada lagi penggunaan uang tunai untuk naik Bus TransJakarta. Kami jamin uang pelanggan tidak akan dikorupsi," ucap Agung.

Ia menjelaskan, sejumlah rute Bus Transjakarta sudah memanfaatkan TOB. Masing-masing adalah Tanah Abang–Stasiun Gondangdia (1H), Tanah Abang–Blok M (1N), Tanah Abang–Stasiun Senen (1R), Pinang Ranti–Pulogadung (4F), dan Kampung Melayu–Tanah Abang (5F).

Fasilitas pembayaran ini akan diterapkan di seluruh layanan non-koridor transportasi publik milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Ratusan Unit Transjakarta di Dramaga Bogor Milik Perusahaan Pailit 

"Pengadaan sedang dilakukan, dan di akhir tahun ini seluruh Bus Transjakarta ditargetkan akan terpasang TOB," ujar Agung.

Saat ini, kata dia, pihaknya mempunyai 900 Bus Transjakarta yang melayani 169 non-koridor. Menurut dia, fasilitas TOB akan memudahkan pelanggan Transjakarta karena dapat menerima seluruh kartu elektronik untuk transaksi pembayaran di bus.

Baca juga: Puluhan Bus Transjakarta Terbengkalai di Ciputat, Dipastikan Milik PT INKA 

"Berbeda dengan mesin EDC yang hanya menerima dari kartu. Kondisi ini membebani masyarakat dengan mengharuskan kepemilikan sejumlah kartu elektronik," kata dia.

Sebagai informasi, ketersediaan TOB di Bus Transjakarta juga bagian dari proses transformasi. Dari uang tunai sebagai pembayaran transaksi, kemudian mesin EDC, hingga TOB yang terpasang di Bus Transjakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini