nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bekuk Pelaku Curanmor dan Jambret Modus sebagai Ojol

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 23:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 06 338 2088621 polisi-bekuk-pelaku-curanmor-dan-jambret-modus-sebagai-ojol-vwWYxZMZsR.jpg Polisi menangkap pelaku curanmor modus sebagai ojek online di Bogor (Foto: Putra Ramadhani)

BOGOR - Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil membekuk lima kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan jambret yang kerap beraksi di wilayah Bogor, Jawa Barat. Setiap aksinya, mereka mengenakan atribut ojek online (ojol) dan rompi polisi untuk menyamar.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, kelima pelaku merupakan residivis dari kasus yang sama. Salah satu pelaku berinisial AN (20) terpaksa ditembak bagian kakinya karena berusaha melawan saat akan ditangkap petugas.

"Mereka membawa senjata api rakitan setiap beraksi. Ketika penangkapan, senjata itu sempat ditembakan saat dan akhirnya diambil tindakan tegas dengan melumpuhkannya," kata Hendri, Selasa (6/8/2019).

Baca Juga: Bareskrim Tangkap Pembobol Rekening Bank Rp1,75 Miliar

Polisi merilis penangkapan pelaku curanmor

Kepada polisi, mereka mengaku sudah beraksi sebanyak 17 kali di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Adapun modus yang digunakan, yakni menggunakan atribut ojek online dan rompi polisi untuk mengelabui petugas maupun masyarakat.

"Mereka mencuri motor, mobil dan menjambret wanita di pinggir jalan. Rompi polisi itu mereka pakai supaya merasa aman ketika di jalan membawa hasil curian. Kalau ojek online untuk menyamar aja, supaya mereka tidak dicurigai saat beraksi," ujar Hendri.

Dari tangan para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan, tiga butir peluru kaliber 38, tiga buah mata kunci leter T, satu unit motor dan satu unit mobil hasil curian. Kini, polisi masih memburu dua pelaku lain yang buron.

"Kita kenakan Pasal 363 dan Pasal 365 KUHP serta UU Darurat Nomor 51 Tahun 1951 hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kita masih kejar dua pelaku yang kabur saat penangkapan," tuturnya.

Baca Juga: Maling Barang Teman Satu Selnya, Napi Kasus Pencurian Tewas Dianiaya

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini