nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertibkan Ojol Mangkal, Dishub dan Ditlantas Gelar Operasi Lingkar Badai

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 07 338 2088825 tertibkan-ojol-mangkal-dishub-dan-ditlantas-gelar-operasi-lingkar-badai-cogqsiiHNI.jpg (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI bersama Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengelar operasi Lingkar Badai untuk menertibkan ojek online yang kerap mangkal di badan jalan di kawasan stasiun, halte bus way hingga pusat aktivitas lainnya yang memunculkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pengemudi ojek online terpantau mangkal setiap pagi dan sore hari, saat volume kendaraan meningkat.

"Di situ ada anggota kami yang melingkar, misalnya di Sudirman-Thamrin dan Merdeka Barat itu mereka mengatur ojol untuk tidak parkir di lokasi-lokasi tadi. Sehingga mereka akan didorong untuk keluar dari titik yang menyebabkan kemacetan," kata Syafrin di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, Dishub yang bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah melakukan penindakan hukum terhadap oknum ojol yang kerap membuat kemacetan.

"Dua pola ini sudah kami lakukan karena penangangan jangka pendek dan mendesak," ujarnya.

Syafrin menerangkan, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan perusahaan aplikator ojol untuk menyedikan lahan parkir saat menunggu para penumpangnya.

Baca juga: Resmi, Sistem Ganjil-Genap Tak Berlaku untuk Sepeda Motor & Kendaraan Listrik

Perusahaan aplikator, sambung dia, harus menyiapkan buffer zone (zona penyanggah) yang akan menjadi tempat "mangkal" para ojol agar tak parkir dan menguasai badan jalan.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

"Jadi para ojol wajib parkir di buffer zone. Jadi polanya tidak konvensional. Semuanya menggerubung ke halte bus way tapi mereka harus parkir di buffer zone, setelah mendapat order dari pelanggaan baru mereka keluar dari lokasi parkir sesuai lokasi yang dituju dari pick up area kemudian untuk langsung ke tujuan," ujarnya.

Syafrin berharap, penanganan yang dilakukan Pemprov DKI membuat para ojol tak lagi parkir dan menunggu penumpang di badan jalan. "Kami juga perlu peran serta dari masyarakat dan perusahaan aplikasi dan penyedia ruang parkir agar menyediakan buffer zone," harapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini