nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mati Listrik Massal, Fadli Zon: Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 14:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 338 2088883 mati-listrik-massal-fadli-zon-jangan-kriminalisasi-pohon-sengon-9bwuC4LDMD.jpg Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Matinya listrik yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia pada Minggu 4 Agustus 2019 menjadi sorotan. Tak tanggung-tanggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menemui jajaran direksi PT PLN guna mencari tahu mengapa persoalan itu bisa terjadi.

Padamnya listrik itu juga menjadi sorotan media massa nasional dan internasional. Para tokoh politik dan akademisi pun tak ketinggalan mengkritik dan mempertanyakan kejadian tersebut.

Belakangan PT PLN (Persero) menduga pohon sengon yang menjadi biang keladi padamnya listrik. Letak pohon yang berdekatan dengan transmisi Ungaran-Pemalang itu menyebabkan gangguan sistem di Ungaran-Pemalang.

Baca Juga: Polri Tak Pungkiri Kemungkinan Sabotase dalam Mati Listrik Massal 

Ilustrasi

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menepisnya karena dugaan rusaknya transmisi oleh pohon sengon hanyalah isapan jempol. Ia tidak percaya hal itu terjadi karena sebuah pohon.

"Penjelasan seperti pohon sengon itu enggak masuk akal. Tidak memberikan suatu penjelasan yang memadai," kata Fadli saat ditemui di Kompleks Parelemen, Senayan, Rabu (7/8/2019).

Fadli mengatakan, PLN tidak tepat apabila menyampaikan bahwa penyebabnya adalah pohon sengon. Menurutnya, apabila hal itu benar terjadi, maka ahli yang harus memaparkan kenapa pohon sengon bisa merusak transmisi sehingga listrik padam.

"Harusnya yang bilang pohon sengon ahli dong masa (PLN) jangan kriminalisasi pohon sengon lah," ungkapnya.

Baca Juga: Polri Selisik Faktor Kelalaian Terkait Mati Lampu Jabodetabek 

Untuk itu, ia meminta pemerintah menginvestigasi peristiwa tersebut secepat mungkin. "Ya menurut saya, memang harus ada investigasi, tapi investigasi ada limitnya (waktunya) masa yang gini aja perlu setahun ya seminggu dua minggu lebih dari cukup," ujarnya.

Fadli mengungkapkan, investigasi terhadap PT PLN (Persero) itu perlu dilakukan untuk mencari apa sumber masalah yang sebenarnya terjadi di perusahaan plat merah tersebut sehingga terjadi mati listrik. Terlebih, di era meodern seperti sekarang ini seharusnya PLN bisa dengan cepat mengetahui apa yang menjadi masalah utama dalam kasus tersebut.

"Ya harus ada investigasi dan audit terhadap operasi, operasional. Audit keuangan kebijakan dan sebagainya yang bisa mengakibatkan blackout seperti tanggal 4 kemarin," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini