nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Korban Kecelakaan Maut Karawaci Ingatkan Sopir Truk di Tangerang Tak Ugal-ugalan

Isty Maulidya, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 11:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 08 338 2089250 keluarga-korban-kecelakaan-maut-karawaci-ingatkan-sopir-truk-di-tangerang-tak-ugal-ugalan-zp9HSCYMm1.jpg Kecelakaan Maut di Karawaci, Tangerang (foto: Ist)

TANGERANG - Maraknya kecelakaan truk muatan barang yang terjadi di Tangerang membuat masyarakat resah. Bahkan, keluarga korban kecelakaan maut di Karawaci mengingatkan para sopir yang kerap ugal-ugalan di jalan.

Kecelakaan maut di Karawaci terjadi pada 1 Agustus 2019. Dalam peristiwa itu sebuah truk pengangkut tanah menimpa mobil minibus. Dilaporkan, 4 orang tewas dalam peristiwa kecelakaan maut itu.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Karawaci, 4 Orang Tewas & 1 Bayi Selamat 

Riko (34) suami Fatmawati yang menjadi korban tewas, berharap kejadian yang menimpa keluarganya tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi para sopir truk lainnya untuk lebih berhati-hati, dan tidak lalai ketika sedang mengendarai kendaraan bermuatan besar.

"Kelalaian manusia bisa menyebabkan 4 nyawa meninggal. Kejadian ini semoga bisa jadi contoh agar sopir lain biar hati-hati enggak ugal-ugalan buat ke depannya" ujar Rico kepada media setelah prosesi pemakaman istrinya.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Seperti diketahui, terjadinya kecelakaan yang menewaskan 4 orang tersebut bermula saat sopir truk berusaha menyalip sebuah angkot di depannya. Kemudian truk oleng dan menimpa mobil yang melaju dari alah berlawanan.

sepekan berselah, tepatnya Rabu 7 Agustus 2018 kecelakaan truk kembali terjadi di Tangerang. Sebuah truk bermuatan bahan bangunan menimpa minibus di jalan Jalan Raya Pembagunan Tiga Pertigaaan PAP, Neglasari, Tangerang.

Truk tersebut juga melakukan pelanggaran dengan melawan arus. Beruntung dalam peristiwa tersebut kedua sopir dapat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.

Baca Juga: Lawan Arus, Truk Berisi Bahan Bangunan Terguling Timpa Mobil di Tangerang 

Lewat dua kejadian tersebut, dapat dilihat bahwa penyebab kecelakaan adalah supir yang melanggar aturan lalu lintas. Selain itu muatan truk yang berlebih juga menyebabkan truk oleng kemudian terguling.

Menanggapi hal tersebut, Wali kota Tangerang mengeluarkan surat edaran yang berisi larangan bagi ke kendaraan bertonase besar melintasi seluruh ruas jalan kota Tangerang. Pelarangan tersebut mulai berlaku sejak Kamis 1 Agustus 2019 dan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2018.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini