nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuli Panggul yang Bunuh Istri Dinilai Tidak Alami Gangguan Jiwa

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 11:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 08 338 2089269 kuli-panggul-yang-bunuh-istri-dinilai-tidak-alami-gangguan-jiwa-y0ANGCNq1z.jpg Ilustrasi TKP (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pihak kepolisian mengungkapkan tidak ada kelainan jiwa yang dialami oleh tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya, Jumharyono (43). Indikasi tersebut pun berdasarkan pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo mengatakan Jumharyono yang kesehariannya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Induk Kramat Jati itu dalam kondisi sehat, dan tak ada indikasi gangguan jiwa.

"Sehat-sehat aja yang bersangkutan, enggak ada ke arah gangguan jiwa," kata Hery Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Kendati demikian, Hery Purnomo menyebutkan selama pemeriksaan Jumharyono kerap berbelit-belit saat menjawab pertanyaan penyidik. Awalnya pelaku seolah hendak menutupi kesalahannya, tapi pada akhirnya mengakui.

Pembunuhan

Baca Juga: Kuli Panggul yang Bunuh Istri di Jaktim Diduga Kelainan Seks

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 Tentang Pembunuhan dan Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau hukuman mati.

"Biasa, tersangka berbelit-belit menutupi kesalahannya. Kita melihat fakta yang ada di lapangan di TKP, nanti kita sandingkan dengan keterangan tersangka," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumharyono nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri, Khoriah, Selasa, 6 Agustus 2019, dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 WIB. Pria yang bekerja sebagai kuli panggul semangka di Pasar Induk Kramat Jati itu juga coba menghabisi nyawa anaknya yang masih berusia lima tahun dengan cara membakarnya hidup-hidup.

Beruntung bocah lelaki berinsial R itu selamat namun mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Diduga, pelaku nekat melakukan hal itu karena masalah ekonomi dan permintaan bersetubuh yang sempat ditolak istrinya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini