Turap Ambrol Timpa Sejumlah Kontrakan di Tangsel

Hambali, Okezone · Kamis 08 Agustus 2019 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 08 338 2089527 turap-ambrol-timpa-sejumlah-kontrakan-di-tangsel-41ZwaQchlZ.jpg Turap ambrol timpa kontrakan di Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Ambrolnya turap yang berada di Kampung Jaletreng, RT03 RW03, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), membuat sekira 9 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di bawahnya mengungsi.

Kini kondisi turap yang ambrol itu dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan. Padahal kejadiannya telah berlangung cukup lama, yakni sejak sekira 5 bulan lalu. Longsoran terjadi diduga akibat rapuhnya kontruksi turap yang dibangun tak sesuai perencanaan.

Longsoran turap itu menyebabkan bangunan berupa kontrakan yang tepat berada di bawahnya terkena imbas. Material bebatuan dan tanah menerjang bagian belakang kontrakan warga. Septic tank serta saluran air pun tertimbun hingga tak dapat digunakan. Beruntung saat kejadian tak ada korban jiwa.

"Kejadiannya sudah sekira 5 bulan lalu, jadi itu ambrol dan menimpa bagian belakang kontrakan. Waktu itu untung nggak ada korban," ucap Hj Painah (77), pemilik kontrakan yang terkena material longsor kepada Okezone, Kamis (8/8/2019).

 Turap Ambrol

Dilanjutkan Painah, karena was-was terjadi longsor susulan, akhirnya para penghuni kontrakan memutuskan untuk mengungsi ke rumah saudaranya, serta ada pula yang memilih berpindah kontrakan ke lokasi lain.

"Akhirnya pada pindah semua, karena nggak dibetul-betulin turapnya sampai sekarang. Pernah waktu itu ditinjau dari dinas, desa (Kelurahan), Kecamatan, tapi ya sampai sekarang nggak dibetul-betulin, nggak ada ganti rugi juga," jelasnya.

Painah sendiri hanya bisa pasrah dengan kondisi 9 unit kontrakannya yang sudah tak aman untuk ditempati. Belum ada keinginan darinya untuk menuntut pihak terkait atas kelalaian yang menyebabkan turap ambrol. Namun dia mengaku, sejak 5 bulan lalu tak ada pemasukan dari sewa kontrakan seperti biasanya.

"Kontrakan ini kan memang sudah ada sejak 10 tahun lalu. Kalau dikontrakin perpintu itu sebulan Rp700 ribu, dari 5 bulan ini nggak ada pemasukan. Padahal buat kebutuhan hidup ya mengandalkan uang sewa kontrakan itu," terangnya.

Dari penelusuran diperoleh informasi, bukan kali ini saja turap itu ambrol, melainkan sudah pernah ambrol pada waktu sebelumnya, yakni pada saat proses pengerjaan berlangsung. Ketika itu, sempat dilakukan perbaikan. Namun tak lama berselang, terjadi longsoran yang lebih besar hingga materialnya menerjang ke bangunan kontrakan di bawahnya.

 Turap Ambrol

Proyek turap itu terbilang baru, karena pengerjaannya dimulai pada tahun 2018 lalu. Diketahui, turap tersebut merupakan proyek milik Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel. Nilai proyeknya hampir mencapai Rp200 juta, dengan penunjukkan langsung ke pihak ketiga.

Saat dikonfirmasi, tak ada penjelasan detail dari Dinas Perkimta soal ambrolnya turap. Pihak dinas hanya memberi penjelasan singkat, bahwa pihak ketiga telah diminta untuk segera memerbaiki turap. Sedangkan untuk penyebabnya, saat ini tim ahli tengah mengkaji di lapangan.

"Kadis minta pihak ketiga untuk memperbaiki jika penyebabnya persoalan teknis. Tim lapangan sedang mengkaji penyebabnya," ucap Teddy Meiyadi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkimta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini