Share

Sosialisasi Perluasan Ganjil-Genap, Dishub DKI Bakal Rajin Nongkrong di Mal

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 09 Agustus 2019 04:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 09 338 2089621 sosialisasi-perluasan-ganjil-genap-dishub-dki-bakal-rajin-nongkrong-di-mal-0zCPyAmfI6.jpg Aturan ganjil-genap akan diperluas di jalanan Ibu Kota. (Foto : Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya akan lebih sering mengunjungi pusat perbelanjaan atau mal-mal yang ada di Ibu Kota untuk menyosialisasikan kebijakan perluasan rute ganjil-genap.

Syafrin menjelaskan, kegiatan sosialisasi itu akan dimulai hari ini, Jumat (9/8/2019). Kata dia, setiap harinya, mal yang dikunjungi petugas Dishub DKI berganti. Sehingga, diharapkan nantinya masyarakat mengetahui 16 ruas jalan yang bakal diterapkan sistem ganjil-genap pada 9 September nanti.

"Kita rencanakan di Kelapa Gading, Atrium Senen, Arion, ada Cilandak Town Square itu yang di TB Simatupang yang di Jakarta Selatan. Kemudian, satu lagi di Taman Anggrek," ujar Syafrin, Jumat (9/8/2019).

Menurut dia, cara sosialisasi di pusat perbelanjaan akan efektif karena mayoritas pengunjung mal adalah pengguna mobil pribadi. Tujuan dari dilaksanakan sistem ganjil-genap pun untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang mengaspal di jalanan Jakarta.

"Mereka terinformasi lebih awal, bahwa ada koridor koridor yang mereka biasa lalui terkena ganjil genap. Jadi tujuannya ke sana agar sosialisasi yang kami lakukan ini efektif, efisien," ujarnya.

Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Ibu Kota Diperluas

Ia menuturkan, pada 12 Agustus nanti pihaknya mulai menerjunkan personel ke lapangan untuk menyosialisasikan langsung peraturan itu ke pengendara yang melintas.

"Nanti setelah itu, baru tanggal 12 kita akan di lapangan full," ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi di mal hanya diselenggarakan selama tiga hari hingga 11 Agustus mendatang.

"Untuk sosialisasi di mal ini kita lakukan tiga hari rencana. Mulai besok tanggal 9 sampai denga tanggal 11 hari Minggu," kata dia.

Ia mengaku akan gencar melakukan promosi regulasi itu kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut agar tujuan dari diterbitkannya regulasi itu bisa dirasakan manfaatnya, yaitu mengurangi polusi udara.

"Kita sosialisasikan terkait dengan kebijakan ini dan tentu kita berharap memohon dukungan kepada seluruh instansi, tidak hanya Pemprov DKI, tetapi juga hadir disana dari BPTJ seperti itu," kata Syafrin.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta mewakili Pemprov DKI resmi memperluas penerapan aturan sistem ganjil-genap di 25 ruas jalan Ibu Kota yang sebelumnya hanya diberlakukan di 9 jalan. Perluasan sistem ganjil-genap akan mulai diuji coba pada 12 Agustus hingga 6 September 2019.

Sistem ganjil-genap diterapkan sejak pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00. Kebijakan ini tidak berlaku pada Sabtu-Minggu dan tanggal merah serta kendaraan yang mendapat catatan pengecualian seperti ambulans, damkar, sepeda motor, kendaraan listrik, kendaraan pimpinan lembaga tinggi, dan lain-lain.

Berikut ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap:

- Jalan Pintu Besar Selatan,

- Jalan Gajah Mada,

- Jalan Hayam Wuruk,

- Jalan Majapahit,

- Jalan Sisingamangaraja,

- Jalan Panglima Polim,

- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang),

- Jalan Suryopranoto,

- Jalan Balikpapan,

- Jalan Kyai Caringin,

- Jalan Tomang Raya,

- Jalan Pramuka,

- Jalan Salemba Raya,

- Jalan Kramat Raya,

- Jalan Senen Raya,

- Jalan Gunung Sahari.

Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Ibu Kota Diperluas

Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yaitu:


Baca Juga : Dukung Ganjil-Genap Diperluas, BMKG : Upaya Kurangi Polusi Udara

- Jalan Medan Merdeka Barat,

- Jalan MH Thamrin,

- Jalan Jenderal Sudirman,

- Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun,

- Jalan Gatot Subroto,

- Jalan Jenderal MT Haryono,

- Jalan HR Rasuna Said,

- Jalan DI Panjaitan,

- Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya).


Baca Juga : Golkar Sambut Baik Kebijakan Pemprov DKI Memperluas Ganjil-Genap

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini