nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Tawuran Maut Antar-Pelajar di Depok Terancam 7 Tahun Penjara

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 10:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 09 338 2089718 tersangka-tawuran-maut-antar-pelajar-di-depok-terancam-7-tahun-penjara-qg2BqaQTeY.jpg Ilustrasi Tawuran (foto: Okezone)

DEPOK - Kasus tawuran pelajar akhir-akhir ini sering terjadi di Kota Depok, baru-baru ini seorang pelajar Kelas 10 SMA Arrahman, MI (16) tewas bersimbah darah dengan luka bacok di punggung setelah terlibat tawuran di Jalan Raya Cipayung Gg Puteng RT06/RW10, Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna memburu pelaku tawuran maut tersebut. Tak lama berselang Satreskrim Polresta Depok bersama Polsek Pancoran Mas membekuk 3 pelaku inisial AL (18), MF (17), SF (16) dan 14 pelajar lainnya dijadikan saksi.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan Pelajar di Depok Beli Celurit dari Aplikasi Jual Beli Online 

"Kami sudah melakukan penyidikan terhadap pelaku dan 3 orang kami jadikan tersangka ada 14 pelajar yang ikut tawuran kita jadikan saksi," kata Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana, Jumat (9/8/2018).

Tawuran pelajar. (Foto: Okezone)	 

Berdasarkan penyidikan pihak kepolisian, tiga pelaku yang terbukti langsung dijadikan tersangka dan dijerat pasal 170 dan atau 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. "Kalau ada tersangka yang masih di bawah umur tentunya ada UU anak yang mengatur tapi kami lihat dulu usia mereka," ucapnya.

Perlu diketahui, Pasal 170 ayat 1 Barang siapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan dan Pasal 351 KUHP ayat (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun

Dari tangan tersangka polisi menyita senjata tajam celurit yang diduga digunakan untuk membacok korban dan pakaian seragam yang bersimbah darah. Dijelaskan Arya, sebelum tawuran kedua kelompok tersebut terlebih dahulu membuat janji melalui pesan WhatsApp.

"Penyebab Tawuran berawal dari adanya pesan WA salah satu murid kepada murid sekolah lainya dan mengajak untuk tawuran," jelasnya.

Baca Juga: Tawuran Maut Antar-Pelajar di Depok Diawali Kesepakatan via WA 

Sementara itu, salah satu tersangka, AL mengaku jika celurit itu dibeli melalui akun jual beli online, "Saya belinya udah lama harganya Rp 170.000, di lapak jual beli online," ucap AL di Polresta Depok.

Menurut dia senjata tajam tersebut dibeli hanya untuk hiasan di rumah, akan tetapi saat ingin tawuran pelaku membawa senjata tajam tersebut.

"Beli bukan untuk tawuran tapi hiasan pas tawuran saya bawa," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini