nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ringkus 3 Penipu Jual-Beli Rumah Mewah Berkedok Notaris Palsu

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 338 2089857 polisi-ringkus-3-penipu-jual-beli-rumah-mewah-berkedok-notaris-palsu-8bPZGfgkW7.jpg Foto: Sarah/Okezone

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan rumah mewah berkedok notaris palsu. Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil meringkus tiga pelaku berinisial DH, DR, dan S.

Diketahui, DH merupakan pelaku berperan sebagai calon pembeli dan yang menjaminkan sertifikat korban untuk mendapat keuntungan. Sedangkan DR, berperan sebagai notaris palsu, dan S yang diduga mengetahui proses pemalsuan dan penjaminan sertifikat.

Adapun 2 orang lainnya masih berstatus buron, yakni agent property yang diduga abal-abal dengan inisial D serta E yang berperan memalsukan sertifikan korban untuk diubah namanya menjadi tersangka DH.

Kejadian berawal ketika korban dipertemukan dengan tersangka DH karena dikelabui oleh agen property D. Setelah diyakinkan, kemudian korban bertemu DH di kantor notaris abal-abal tersangka DR di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 Penipuan

Korban VYS pun hendak menjual rumahnya di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan senilai Rp15 miliar. Korban juga meminta bantuan kepada seorang broker properti bernama Ronal alias D dan dikenalkan kepada tersangka DH yang berperan menjadi pembeli.

"Akhirnya, terjadi kesepakatan antara korban dengan tersangka DH terkait jual beli seharga Rp15 miliar. Kemudian, DH meminta kepada korban untuk menitipkan sertifikat asli di notaris yang ditunjuknya (Notaris Idham) dengan alasan untuk dilakukan pengecekan ke Kantor BPN Kota Administrasi Jakarta Selatan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Korban pun setuju, lalu penyerahan sertifikat terjadi pada 12 Maret 2019. Tersangka DH bahkan memberikan uang muka kepada korban sebesar Rp500 juta. Sehingga semakin menyakinkan korban bahwa tidak menjadi korban penipuan.

"Di tempat ini terjadi pertemuan VYS dengan D yang mengaku sebagai staf notaris. Dia mengatakan kepada korban notaris DR sibuk jadi kepada saya saja cukup," tambahnya.

 Penipuan

Setelah dipalsukan, sertifikat asli korban digunakan ke sebuah koperasi simpan pinjam kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Para tersangka mendapatkan uang senilai Rp5 miliar.

Kasus ini terungkap bermula dari laporan masyarakat kepada polisi dengan nomor LP/4382/VII/2019/ PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Juli 2019.

Para tersangka kemudian dijerat dengan pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP juncto, Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

(wal)

Berita Terkait

Penipuan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini