nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perluasan Ganjil Genap Tetap Berlaku ke Taksi Online, Kecuali Pelat Kuning

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 17:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 338 2090990 perluasan-ganjil-genap-tetap-berlaku-ke-taksi-online-kecuali-pelat-kuning-I96nE6VtmS.jpg Ilustrasi Ganjil-Genap di Jalan Protokol Ibu Kota (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya tak akan memberi izin terhadap pengemudi taksi online ketika melintas di jalanan yang diberlakukan perluasan sistem ganjil-genap. Seperti diketahui, terdapat 25 ruas jalan yang terkena sistem ganjil genap dari sebelumnya hanya 9 ruas jalan.

"Tidak (diizinkan)," kata Syafrin kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Ganjil Genap di Jakarta Diperluas hingga 25 Titik, Ini Rinciannya 

Ia menuturkan, hanya taksi resmi seperti Blue Bird dan Express dan kendaraan umum berpelat kuning yang dikecualikan dalam aturan ini.

"Sampai saat ini pengecualian ganjil-genap hanya untuk angkutan umum pelat kuning," ujarnya.

 Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Ibu Kota Diperluas

Menurut dia, bila pengemudi daring diberi keringanan dalam kebijakan itu, maka nantinya tak akan menekan volume kemacetan di jalanan Ibu Kota.

"Hasil kajian kita tentukan untuk angkutan umum yang jadi prioritas kita dalam penataan sistem trasnportasi kita. Maka kita harapkan yang akan pengecualian hanya angkutan umum," katanya.

Sebelumnya, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menyatakan sedang membicarakan dengan beberapa terkait mekanisme taksi online.

"Jadi, kita sedang bicarakan mekanisme seperti apa. Sementara memang ada surat dari manajemen taksi online ingin meminta bisa masuk juga ke ganjil genap. Seperti taksi dan bus plat kuning," ujar dia di Gedung Kemenhub Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

Ahmad Yani mengaku, keputusan Pemprov DKI untuk taksi online belum bisa masuk. Hal ini dikarenakan mengacu pada acara Asian Games.

"Masing-masing aplikator bisa buat suatu alogaritma, kendaran ganjil beroperasi di ganjil atau mungkin bisa didiskusikan lah, saya nanti minta diskusi bareng bersama Dishub DKI Jakarta," kata dia.

Berikut ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap: 

- Jalan Pintu Besar Selatan,

- Jalan Gajah Mada,

- Jalan Hayam Wuruk,

- Jalan Majapahit,

- Jalan Sisingamangaraja,

- Jalan Panglima Polim,

- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang),

- Jalan Suryopranoto,

- Jalan Balikpapan,

- Jalan Kyai Caringin,

- Jalan Tomang Raya,

- Jalan Pramuka,

- Jalan Salemba Raya,

- Jalan Kramat Raya,

- Jalan Senen Raya,

- Jalan Gunung Sahari.

Baca Juga: Polisi Tak Akan Menindak Pelanggar Selama Masa Uji Coba Ganjil-Genap 

Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Ibu Kota Diperluas

Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yaitu: 

- Jalan Medan Merdeka Barat,

- Jalan MH Thamrin,

- Jalan Jenderal Sudirman,

- Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun,

- Jalan Gatot Subroto,

- Jalan Jenderal MT Haryono,

- Jalan HR Rasuna Said,

- Jalan DI Panjaitan,

- Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini