nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Truk Pengangkut Hewan Kurban yang Tewaskan Polisi Ditetapkan Tersangka

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 13:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 13 338 2091284 sopir-truk-pengangkut-hewan-kurban-yang-tewaskan-polisi-ditetapkan-tersangka-Vv8uOgFY6T.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Seorang polisi bernama Brigadir Muhamad Sahri meninggal dunia usai menabrak truk pengangkut hewan kurban di Jalan Terogong Raya, tepatnya di depan lapak hewan kurban Syar'i wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP, Lilik mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 10 Agustus 2019. Truk Mitsubishi Colt dengan nomor polisi B 9590 VD yang dikendarai Muhamad Ali Ridho melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Terogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Setibanya di depan lapak hewan kurban Syar'i, sopir memberhentikan truknya di kiri jalan untuk menurunkan hewan-hewan kurban. Namun, saat memberhentikan kendaraannya, ia tidak menyalakan lampu sein.

"Bersamaan itu datang korban dari arah belakangnya dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Xeon dengan nomor polisi B 3125 SHR yang kemudian menabrak bagian belakang sebelah kanan kendaraan truk. Terjadilah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka dan kerusakan kendaraan," kata Lilik, Selasa (13/8/2019).

Ilustrasi (Shutterstock)

Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian hidung, mulut, kaki kiri dan kanan sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati. Namun, nyawa korban tak tertolong.

Dalam peristiwa ini polisi telah menetapkan sopir truk pengangkut sapi sebagai tersangka. Sopir itu kemudian ditahan di Mapolres Jakarta Selatan karena dinilai lalai menurunkan hewan tanpa memasang tanda.

"Tersangka melanggar Pasal 287 ayat (2) junto 106 ayat (4) huruf C dan Pasal 310 ayat (4) UU RI nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," katanya.


Baca Juga : Polisi Tewas Usai Tabrak Truk Hewan Kurban di Jaksel

Lilik menjelaskan, pemasangan rambu berupa segitiga darurat harus dilakukan pengendara agar tidak membahayakan pengendara lain.

"Suatu kendaraan berhenti di jalanan itu tanda-tanda kelengkapan itu harus ada dong. Kecuali bukan di badan jalan. Darurat itu segitiga bisa, pecah ban. Kalau umpamanya dia parkir di badan jalan, apalagi malam hari, wajib mengamankan diri dia, wajib mengamankan orang lain," tuturnya.


Baca Juga : Kronologi Motor Tabrak Truk Hewan Kurban yang Menewaskan Polisi di Jaksel

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini