nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Redakan Ketegangan, Mahasiswa Papua di Tangsel Imbau Lakukan 3 Hal Ini

Hambali, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 03:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 338 2094079 redakan-ketegangan-mahasiswa-papua-di-tangsel-imbau-lakukan-3-hal-ini-8kS1s63D3g.jpg Mahasiswa asal Papua di Tangerang Selatan. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Sejumlah mahasiswa asal Papua yang sedang menimba ilmu di beberapa kampus di wilayah Kota Tangerang Selatan aktif menyikapi kondisi terkini yang terjadi di wilayah Manokwari dan sekitarnya.

Diketahui, pergolakan massa terjadi di sejumlah pusat Kota Manokwari, Papua Barat, pada Senin 19 Agustus 2019. Dikabarkan, imbas kerusuhan itu Gedung DPRD Manokwari turut dibakar dan jalan-jalan utama ditutup.

Baca juga: Gubernur Jamin Keamanan Warga Papua di Makassar 

Perkumpulan mahasiswa Papua di Kota Tangsel, Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua Jaya Wijaya (Kosapmaja), mendesak pihak terkait mengambil langkah cepat guna meredakan ketegangan. Baik di Papua ataupun kota lainnya seperti Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

"Kita semua tahu, gejolak ini muncul setelah meluasnya isu berbau rasis yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Kota Surabaya, sebelumnya juga di Malang. Hal ini harus diluruskan agar masyarakat di Papua sana tidak terpancing," ungkap Sekretaris Kosapmaja Fajar Cuan kepada Okezone di kantor sekretariatnya, Ciputat Timur, Tangsel.

Baca juga: Polisi Sebut Tawuran di Asrama Mahasiswa Papua Makassar karena Ada Kesalahpahaman 

Ia mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang harus segera dilakukan guna meredam gejolak yang terjadi. Pertama, menyelidiki siapa oknum yang diduga melontarkan kalimat-kalimat rasis saat pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Kedua, memberikan kebebasan berekspresi kepada mahasiswa atau masyarakat Papua di seluruh wilayah Indonesia. Ketiga, aparat keamanan, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan daerah lain turut menjamin pula atas keamanan masyarakat Papua di wilayahnya.

"Tiga hal itu harus segera dilakukan, dan dijamin bahwa benar-benar terlaksana di lapangan. Sehingga, kita masyarakat Papua, khususnya mahasiswa, menjadi lebih tenang. Saya pikir semua pihak punya andil untuk menjaga ketertiban dan persatuan bangsa," ucapnya.

Fajar menceritakan, sepengetahuannya, hubungan antara mahasiwa Papua di perantauan dengan warga sekitar cukup hangat. Hal itu sebagaimana dialaminya selama mengenyam bangku kuliah di Kampus UIN Jakarta.

Baca juga: Dirusak, Polisi Jaga Ketat Asrama Mahasiswa Papua di Makassar 

"Jadi menurut saya, tudingan soal bendera merah putih yang dijatuhkan itu tak jelas dasarnya, karena tidak ada bukti. Harusnya tuduhan itu tidak dijadikan alasan memperkusi teman-teman kami di Surabaya," terang dia.

"Kita sudah membuktikan, jika di sini harmonis saja, membaur dengan warga. Kita berharap semua pihak bisa menahan diri, jangan terpengaruh dengan isu di luar sana. Tapi di sisi lain, pihak terkait harus menjalankan tiga tuntutan kami itu sebagai mahasiswa Papua," sambungnya.

Baca juga: Media Asing Diminta Objektif Dalam Memberitakan Kericuhan di Manokwari 

Kosapmaja sendiri dan berbagai organisasi kemahasiswaan agar menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kampus UIN Jakarta pada Selasa 20 Agustus 2019. Disebutkan, aksi itu dilakukan gua meredam gejolak isu yang kian meluas di Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini