nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kronologi Penemuan Bocah Pemulung yang Diisukan Tewas Kelaparan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 05:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 20 338 2094090 ini-kronologi-penemuan-bocah-pemulung-yang-diisukan-tewas-kelaparan-RR0MApxNXK.jpg Penemuan bocah pemulung yang diisukan meninggal kelaparan. (Foto: Ist/Instagram)

DEPOK – Kisah bocah pemulung yang sempat viral di jejaring media sosial dan dikabarkan meninggal dunia karena kelaparan serta kedinginan di wilayah Depok, Jawa Barat, ternyata bohong alias hoaks.

Setelah dilakukan pencarian, bocah bernama Dedi Putra Anggara (12) itu ditemukan oleh keluarganya sedang membeli nasi goreng di wilayah Parung Bingung, Sawangan, Depok.

Baca juga: Sempat Viral, Ini Sosok Bocah Pemulung yang Dikabarkan Meninggal 

Ketika ditemukan, Angga dalam keadaan sehat walafiat. Pencarian sendiri dibantu Komunitas Indonesia Memberi Sayap Hati dan Dinas Sosial Kota Depok.

"Waktu viral, saya cari Angga. Akhirnya tetangga saya lihat kalau Angga lagi beli nasi goreng tadi malam pukul 02.00 WIB dini hari di daerah Parung Bingung," kata Samsudin, ayah tiri Angga, kepada Okezone, di rumahnya, Senin (19/8/2019).

(Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

Sebagai ayah, dia menuturkan bahwa Angga hilang dari rumah pada pertengahan Juni 2019 atau sebelum Lebaran. Diduga, faktor ekonomi yang membuat Angga hilang sampai harus memulung membantu keluarga.

"Kami sekeluarga saat itu kan mulung. Ayah sama ibunya mulung, makanya Angga pengin ikut mulung juga, karena dia tahu keluarganya enggak mampu kebetulan kan mau hari raya," tuturnya.

Baca juga: Kasusnya Viral, Penembak Anjing di Tangerang Ditetapkan Tersangka 

Kesedihan orang tua Angga saat ini berubah menjadi kebahagiaan. Pasalnya setelah hilang selama dua bulan, Angga kembali ke pangkuan keluarga.

Angga pun berjanji tidak akan meninggalkan rumah lagi dan tetap tinggal bersama keluarga.

"Angga bilang enggak pergi lagi dari rumah. Sekarang sudah pulang ke rumah, biar orangtuanya saja yang cari uang," pungkas Samsudin.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini