nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Wali Kota Depok Pilih Gabung ke DKI Jakarta

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 12:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 338 2094699 alasan-wali-kota-depok-pilih-gabung-ke-dki-jakarta-8v7dLAYyMs.jpg Wali Kota Depok Mohammad Idris (dok. Okezone)

DEPOK - Wacana pembentukan Bogor Raya menjadi provinsi kembali mencuat setelah adanya obrolan antara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dengan Bupati Bogor Ade Yasin.

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad menanggapi wacana tersebut, dia lebih memilih ikut ke DKI Jakarta ketimbang Bogor, Jawa Barat. Sebab, dari sisi aktivitas penduduk, warga Depok rata-rata bekerja di wilayah Jakarta.

"Diperkirakan lebih dari separuh warga Depok adalah masyarakat komuter. Mereka rata-rata menggunakan moda transportasi kereta api. Sekitar 65 persen warga Depok itu komuter. Sekitar 90 persen ke Jakarta, selebihnya ke Bogor dan Bekasi," kata Idris, Selasa (20/8/2019).

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad

Sebagai penyangga Ibu Kota, Depok memang tak bisa dipisahkan karena ada kebutuhan yang tentunya berkaitan antara Jakarta dan Depok di antaranya sanitasi, air bersih, udara, dan sampah.

"Ini memang jelas, makanya kita siasati wilayah otonomi ini, yang satu masuk ke Banten (Tangerang), satu masuk ke Jabar (Bekasi dan Depok), berbatasan langsung dengan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan di siasati dengan membentuk Badan Koordinasi Pemerintah (BKSP) Jabodetabek," jelasnya.

Baca Juga: Pro-Kontra Wacana Kota Bekasi Gabung Jakarta

Namun dia tak bisa memungkiri dari sisi teritorial wilayah Depok tak bisa dipisahkan dari Jawa Barat, karena saat itu Depok masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor.

"Melihat dari sisi kewilayahan, asal-muasal Depok tidak lepas dari Jawa Barat. Ya baiknya tetap Jawa Barat, kalau dilihat dari sisi kewilayahan,” kata Idris.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini