nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Fakta Siswi SMK di Bekasi Dipersekusi Seniornya

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 04:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 24 338 2095995 7-fakta-siswi-smk-di-bekasi-dipersekusi-seniornya-WWjsT9BYFj.jpg KPAI Sambangi Sekolah Siswi di Bekasi yang Dipersekusi Seniornya (foto: Istimewa)

BEKASI - Video persekusi yang menimpa GL (16), seorang siswi SMK di Bekasi, oleh tiga orang seniornya, viral di media sosial dan berbuntut panjang. Ketiga pelaku yang sudah berstatus tersangka, saat ini telah ditahan di Polres Metro Bekasi Kota usai ayah korban melaporkan kasus tersebut.

Kasus ini sendiri cukup mendapat perhatian dan menjadi sorotan berbagai pihak. Tak sedikit yang menyayangkan tindakan persekusi tersebut, mengingat baik pelaku maupun korban masih di bawah umur. Korban yang masih duduk di kelas X itu, kini dikabarkan trauma dan enggan bersekolah.

Berikut 7 fakta kasus persekusi yang dialami GL oleh 3 orang seniornya: 

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

1. Dipicu Rasa Cemburu Pelaku 

Kasus ini bermula saat salah satu pelaku, DL (17), mendapati chattingan sang pacar dengan korban. DL yang dibakar api cemburu, lantas mengajak dua rekannya, AY (16) dan PT (17), untuk mengeroyok korban. AY sendiri merupakan kakak kelas korban, sementara DL dan PT alumni sekolah korban.

Baca Juga: Di-bully Senior, 13 Siswi SMKN 7 Tangsel Ditampar hingga Dipaksa Duel

2. Korban Dikeroyok di Taman 

Pengeroyokan terhadap GL terjadi di taman di Jalan Irigasi II, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu 14 Agustus 2019, sekira pukul 13.30 WIB. Awalnya DL menyuruh AY untuk membawa GL ke warung kopi.

Korban bersama ketiga pelaku lalu menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Usai turun dari motor, GL langsung dijambak, ditendang, dicekik, dan ditampar dengan sandal berkali-kali. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di dada dan punggung.

3. Aksi Pengeroyokan Direkam dan Viral 

Aksi pengeroyokan terhadap GL direkam oleh para pelaku secara bergantian. Rekaman video tersebut kemudian menyebar luas di WhatsApp dan media sosial. Ayah korban sendiri, Ali Sadikin (44), baru mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya tersebut, usai melihat rekaman video dari tetangganya, 6 hari pasca kejadian. Ia pun lantas melaporkan kasus persekusi tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.

4. Para Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara 

Polres Metro Bekasi Kota menetapkan ketiga pelaku sebagai tersangka, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Ketiganya terbukti melanggar Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan terancam 5 tahun penjara. Mengingat pelaku masih di bawah umur, penanganan yang diberikan pun sesuai dengan Undang-Undang Anak.

5. Korban Trauma dan Takut Keluar Rumah 

Usai mengalami persekusi, korban trauma dan enggan bersekolah lagi. Terlebih setelah video persekusi dirinya viral di jagat maya, GL lebih banyak berdiam diri di dalam kamar. Korban juga tak berani sendiri saat keluar rumah. Bahkan sampai tidur pun, GL selalu minta ditemani sang ibu. Kepada ayahnya, korban mengungkapkan ingin pindah sekolah.

Baca Juga: Viral Siswa SMP Diintimidasi 2 Oknum Guru karena Temukan Bakso Berbelatung di Kantin

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

6. KPAI Sambangi Sekolah Korban

Kasus ini mendapat perhatian KPAI yang menyambangi sekolah korban di SMK Teknologi Nasional, Jalan Irigasi II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat 23Agustus 2019. KPAI berbincang dengan pihak sekolah terkait kelanjutan pendidikan korban dan pelaku.

KPAI juga akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), bakal mendampingi korban yang masih trauma.

7. Korban Menolak Damai

KPAI menyebutkan korban menolak untuk berdamai dengan para pelaku yang kini menjadi tersangka dan mendekam di tahanan Polres Metro Bekasi Kota. Namun pihak KPAI menegaskan akan tetap mengupayakan diversi jika menggunakan sistem peradilan anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini