nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Bekasi Akan Gabung ke Jakarta, Ini Kata FBR

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 19:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 24 338 2096201 wacana-bekasi-akan-gabung-ke-jakarta-ini-kata-fbr-30wFk9Izyo.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BEKASI - Forum Betawi Rempuk (FBR) Kota Bekasi menyambut baik wacana bergabungnya Kota Bekasi ke DKI Jakarta. Kesamaan kultur dan budaya menjadi salah satu pedoman yang dianggap mampu menambah rasa percaya diri warga Kota Bekasi bergabung dengan Jakarta.

"Dalam kultur budaya memang kita sudah samalah punya kemiripan, karena memang budayanya budaya Betawi. Walaupun kita nanti bergabung dengan Jakarta, tidak terlalu kita merasa tamu atau orang baru di daerah Jakarta," kata Ketua Garda Muda FBR Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, kepada Okezone, Sabtu (24/8/2019).

 Baca juga: Bekasi Gabung Jakarta: Sekadar Wacana hingga Potensi Anggaran Sangat Besar

Menurutnya, kesamaan budaya Betawi yang dimiliki kedua daerah, tak terlepas dari sejarah yang pernah menyatukan Kota Bekasi dan Jakarta pada era 1945-1950 an.

"Pada era itu memang Bekasi dan Jakarta bagian dari satu kesatuan sebagian wilayahnya, tetapi karena memang sudah dibedah oleh perbedaan pemerintahan. Jadi terkait budaya kita cukup samalah, tidak ada yang beda," paparnya.

 DKI Jakarta

Arif mengakui, budaya Betawi di Jakarta saat ini masih sangat kental karena tercover oleh Perda yang dibuat khusus untuk budaya inti Kota Jakarta. Namun tidak demikian dengan budaya Betawi di Kota Bekasi yang sampai saat ini belum terikat Perda.

"Kita ini agak tertinggal. Walaupun euforia budaya Betawinya cukup tinggi, tetapi belum diperkuat oleh Perda daerah. Kalau kita melihat hotel-hotel mewah di Jakarta itu, pasti sudah dipamerkan budaya Betawi. Apalagi kalau daerah yang kultur Betawinya cukup kental, seperti di Situ Babakan. Di sana itu dipamerkan jelas budaya-budaya inti daerah tersebut," paparnya.

 Baca juga: Bekasi dan Depok Dinilai Punya Kesamaan Budaya Jika Gabung ke Jakarta

Meski begitu, Arif mengimbau agar pemerintah daerah menyelesaikan terlebih dulu setiap permasalahan yang dihadapi Kota Bekasi, sebelum melanjutkan wacana penggabungan. Hal ini demi menghindari adanya opini negatif publik terhadap kota Patriot tersebut.

"Setidaknya Bekasi sudah dirapikan dulu lah, yang sekarang katanya masih ada defisit. Lalu hal-hal lain terkait semua itu dirapikan dulu, baru bergabung dengan Jakarta. (Jadi) tidak terlalu dilihat karena efek persoalan itu," imbuhnya.

 Monas

Ia juga berharap Kota Bekasi dapat mempertahankan statusnya sebagai kota otonom, jika nantinya bergabung dengan Jakarta. Arif menilai penggabungan tak mesti harus menghilangkan seluruh ketetapan yang berlaku di Kota Bekasi.

"Secara kepemerintahan tidak berubah, kita sebagai daerah otonom yang terus ada legislatifnya, yang terus ada pemilihan kepala daerahnya. Tidak terpaut dengan undang-undang yang ada di Jakarta, yang menghilangkan Kota Bekasi sebagai kota otonom, dan kembali kepada kota administratif yang sekarang ada di Jakarta," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini