nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kritikan Tajam pada Instalasi Batu Gabion di Bundaran HI

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 14:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 25 338 2096369 kritikan-tajam-pada-instalasi-batu-gabion-di-bundaran-hi-XgXIPBb4fT.jpg Tumpukan Batu Gabion pengganti Getah Getih di Bundaran HI (Foto: Okezone/Arief)

JAKARTA - Pemerhati lingkungan hidup Riyyani Djangkaru mengkritik tajam soal instalasi batu Gabion di Bundaran HI lantaran batu yang digunakan di antaranya adalah terumbu karang yang dilindungi Undang-Undang.

"Jantung saya tiba-tiba berdetak lebih kencang. Tumpukan karang-karang keras yang sudah mati. Ada karang otak dan berbagai jenis batuan karang lain yang amat mudah dikenali. Kami menjadi bingung, memandang satu sama lain dalam kebisuan, bukannya terumbu karang dilindungi penuh?" tulis Riyyani dalam akun Instagram-nya, seperti yang dilihat Okezone, Minggu (25/8/2019).

Kata Riyyani yang pernah jadi presenter "Jejak Petualang" ini, peraturan yang mengatur konservasi terumbu karang tertuang dalam UU nomor 5 Tahun 1990 , atau UU nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilyah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil.

"Sebagai bagian dari pelaksanaan peraturan-peraturan, ini adalah peran pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam mendukung kegiatan konservasi terumbu karang. Saya jadi bertanya-tanya, apakah perlu ketika sebuah instalasi dengan tema laut dianggap harus menggunakan bagian dari satwa dilindungi penuh?" kata Riyyani.

Instalasi Batu Gabion di Bundaran HI (Foto: Okezone)

Apakah penggunaan karang yang sudah mati, sambungnya, dapat dianggap seakan “menyepelekan“ usaha konservasi yang sudah, sedang dan akan dilakukan?

"Dari mana asal dari karang-karang mati dalam jumlah banyak tersebut? Ekspresi seni adalah persoalan selera, tapi penggunaan bahan yang dilindungi Undang-undang sebagai bagian dari sebuah pesan,mohon maaf, menurut saya gegabah," ujar Riyyani.

Di lain kesempatan, Riyyani mengaku sudah dihubungi anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal instalasi Batu Gabion yang menghabiskan anggaran Rp150 juta tersebut. Mereka adalah anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak dan Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati.

"Mereka merasa kaget. Terus aku bilang, substansi ini bukan memojokkan secara personal karena aku enggak ada urusan untuk itu. Substansi itu cukup jelas adalah mengenai penggunaan terumbu karang tersebut sebagai bagian dari instalasi," ujar Riyanni

Saat Okezone mencoba mengkonfirmasi Naufal maupun Suzi terkait apa yang sudah diunggah Riyyani di Instagram, mereka belum meresponsnya. Naufal hanya membaca pesan yang terkirim, namum ketika ditelepon tidak mengangkatnya. Sementara Suzi, belum membaca pesan singkat maupun mengangkat telepon.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini