nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Mayat Dibopong, Kepala Dinas Kota Tangerang Siap Terima Sanksi

Isty Maulidya, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 20:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 26 338 2096909 kasus-mayat-dibopong-kepala-dinas-kota-tangerang-siap-terima-sanksi-fGLkpTPDEw.jpg Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza (foto: Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Kasus penolakan pelayanan jenazah oleh Puskemas Cikokol menyedot perhatian banyak orang, dan memancing kemarahan publik. Hal tersebut membuat walikota Tangerang kecewa akan pelayanan puskesmas kepada masyarakat.

Menanggapi kemarahan publik, Liza Puspadewi selaku kepala dinas kesehatan Kota Tangerang menyampaikan permohonan maaf, kepada keluarga korban dan juga kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut juga diikuti oleh kesiapan dinas kesehatan kota Tangerang untuk memperbaiki layanan kesehatan di Kota Tangerang.

"Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan juga kepada masyarakat. Kedepannya ini dijadikan pelajaran untuk kami agar bisa lebih baik dalam melayani masyarakat" ujarnya kepada wartawan, Senin (26/8/2019).

 Baca juga: Ditolak Ambulans, Keluarga Husein Kecewa Pelayanan Mobil Jenazah Pemkot Tangerang

Selain menyampaikan permohonan maaf, Liza juga siap menerima sanksi yang akan diberikan oleh walikota, sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya sebagai kadis pada prinsipnya adalah sebagai ASN siap dengan segala konsekuensi atas perbuatan yang kami kerjakan" ungkap Liza.

Mayat Tangerang

 Baca juga: Kasus Mayat Dibopong, Walikota Tangerang Revisi Penggunaan Mobil Ambulans

Terkait pemberian sanksi, walikota Tangerang Arif Wismansyah telah menugaskan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap kepala dinas dan kepala puskesmas. Apabila ditemukan pelanggaran, maka yang berkaitan harus dikenakan sanksi yang sesuai dengan pelanggarannua.

"Ada sanksi, saat ini juga. Saya juga sudah tugaskan inspektorat untuk evaluasi sehingga nanti dari inspektorat sanksi apa yang kita berikan. Ada aturan memberikan sanksi, kita sudah tugaskan untuk melakukan evaluasi pemeriksaan soal hal ini" ujarnya.

Arif juga menuturkan pemberian sanksi dilakukan sebagai pelajaran bagi yang lainnya agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi. Menurutnya, petugas harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat terlebih lagi dalam kondisi darurat.

"Yang terjadi itu anak tenggelam, dibawa, monmaap ya kalau kayak bencana gempa, dipalu, yang tiba-tiba komunikasi gak bisa, apapun gabisa, jangan sampe nanti teman-teman birokrat kerja lihat aturan dulu" tutupnya.

Saat ini, dinas kesehatan Kota Tangerang sudah melakukan revisi terhadap tata laksana penggunaan ambulans Smart 119 dan mulai diterapkan pada Senin 26 Agustus 2019 di seluruh unit puskesmas di wilayah Kota Tangerang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini