Pembunuh Ayah & Anak di Sukabumi Harus Dihukum Mati

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 338 2097474 pembunuh-ayah-anak-di-sukabumi-harus-dihukum-mati-XH4Fi2X3fr.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

 

JAKARTA - Pelaku pembunuhan dan pembakaran terhadap ayah dan anak kandungnya, yaitu Edi Candra Purnama (54) dan Mohamad Adi Pradana (24) harus dihukum mati lantaran masuk kategori kejahatan berencana.

Perempuan berinisial AK (35) dan anak kandungnya tega membayar empat pembunuh bayaran senilai Rp500 juta untuk membunuh suami dan anak tirinya. Bahkan pelaku membakar ayah dan anak tersebut dalam mobil di Sukabumi.

"Pelaku harus dihukum berat. Layak dihukum mati," kata Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan kepada Okezone, Rabu (28/8/2019).

 Baca juga: Pembunuh Bayaran Cekoki Ayah dan Anak Miras Sebelum Dibakar di Sukabumi

Menurut Edi, apa yang dilakukan ibu tiri dan anaknya merupakan kategori kejahatan yang sangat keterlaluan. Dari rangkaian kejahatan itu, kata Edi, polisi dan jaksa bisa menerapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pasal 340 KUHP sendiri menyatakan apabila terbukti melakukan pembunuhan berencana maka pelaku dapat dikenakan pidana maksimal hukuman mati.

"Ini sungguh perbuatan keji. Kok tega ada ibu membayar orang bunuh suami dan anak. Ini dikategorikan masuk dalam perencanaan pembunuhan atau 340 KUHP," papar Edi.

 Baca juga: Eksekutor Pembunuhan Ayah dan Anak Jalani Pemeriksaan di Polda Metro

Edi Chandra Purnama (54) dan M Adi Pradana alias Dana (24) jadi korban pembunuhan berencana. Otak pelaku pembunuhan tersebut ialah AV (35), yang tidak lain istri dan ibu tiri korban. Selain itu, AK bekerja sama dengan anak kandungnya KV, dalam pembunuhan berencana tersebut.

Pelaku sengaja menyewa empat orang eksekutor untuk menculik suami dan anak tirinya di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kemudian, oleh para eksekutor, korban dieksekusi dan dibawa ke SPBU Cirendeu dalam keadaan sudah meninggal dunia. Setelah itu para eksekutor menyuruh AK untuk mengambil mobil yang berisi jenazah kedua korban.

Kemudian, pada Minggu 24 Agustus 2019 pagi, pelaku AK memboyong jasad kedua korban bersama anak kandungnya, KV ke wilayah Cidahu, Sukabumi. Dalam perjalanan, mereka sempat membeli bensin dalam botol dengan niat untuk membakar kedua korban.

Di sana, pelaku tega membakar kedua korban yang berada di dalam mobil dengan maksud untuk menghilangkan jejak kejahatan. Pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi adanya permasalahan rumah tangga dan utang-piutang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini