Polisi Telusuri Jejak Digital Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Sukabumi

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 28 Agustus 2019 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 338 2097652 polisi-telusuri-jejak-digital-pelaku-pembunuhan-ayah-dan-anak-di-sukabumi-EF3udfES6x.jpg Ilustrasi Media Sosial (foto: Shutterstock)

BANDUNG - Polisi masih terus lakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan dan pembakaran terhadap ayah dan anak di Sukabumi, Jawa Barat. Selain mengejar dua eksekutor yang masih buron, polisi juga bakal menelusuri jejak digital empat tersangka lainnya yang sudah diamankan.

"Kita pasti lakukan penyelidikan itu, karena semua ada dari situ," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Iksantyo Bagus, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: Pembunuh Ayah & Anak di Sukabumi Harus Dihukum Mati 

Dalam kasus ini, empat orang tersangka sudah diamankan di antaranya AK, KV dan dua pelaku eksekutor pembunuhan. Polisi sudah mengantongi ponsel keempat tersangka untuk menelusuri jejak digital keempatnya.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Terkait kondisi pelaku KV pun, Iksantyo mengatakan pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan. Pasalnya yang bersangkutan masih dalam perawatan.

Selain motif hutang piutang, polisi mengungkap ada alasan lain AK dan KV menghabisi Edi Chandra Purnama (suami pelaku) dan M Adi Pradana alias Dana (anak tiri pelaku).

Hal itu disampaikan Kapolda Jabar Irjen Rudi Sufahriadi pada berita sebelumnya yang menyampaikan dari keterangan pelaku AK, dirinya tega menghabisi suami beserta anaknya itu lantaran sakit hati soal penjualan rumah milik korban Edi.

"(Pelaku) Ibu itu mengaku punya utang, dan suami (korban) juga punya utang, mereka sepakat menjual rumah. Nah, rumahnya kan besar. Tapi pembagian itulah yang menjadi masalah," kata Rudi sebelumnya.

Baca Juga: Eksekutor Pembunuhan Ayah dan Anak Jalani Pemeriksaan di Polda Metro 

AK sakit hati lalu tega merencanakan pembunuhan kedua korban dengan cara menyewa empat eksekutor, dua di antaranya sudah diamankan tim dari Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

"Jadi masalahnya sengketa pembagian penjualan (rumah)," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini