nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terganggu Suara Tangisan, Ayah Tiri Lempar Bayinya ke Tembok hingga Tewas

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 18:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 29 338 2098242 terganggu-suara-tangisan-ayah-tiri-lempar-bayinya-ke-tembok-hingga-tewas-GBmDK4qqS3.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BEKASI – Polisi menetapkan Roni Andriawan (39) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap bayi 15 bulan hingga tewas. Tersangka yang merupakan ayah tiri korban, dalam gelar perkara, terbukti melakukan tindak kekerasan dengan melempar tubuh korban ke tembok sebanyak 3 kali sehingga menyebabkan balita meninggal dunia.

"Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan," kata Kapolsek Serang Baru, AKP Wito, di Bekasi, Kamis (29/8/2019).

Wito menjelaskan, tersangka sempat tak mau mengakui perbuatannya dan memberikan keterangan berbelit-belit kepada penyidik. Namun, hasil autopsi menunjukkan ada luka-luka di kepala korban yang disebabkan benda tumpul.

"Korban mengalami pendarahan luas pada rongga kepala dan pembengkakan otak bagian dalam sehingga mati lemas," ucapnya.

Kasus yang menimpa balita malang tersebut terjadi di kediaman tersangka, di Kampung Ceper RT 03 RW 02, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 Agustus 2019, sekira pukul 16.00 WIB. Tersangka kala itu diminta Danis Aprilia (39), istri yang baru dinikahinya secara siri selama 6 hari untuk menjaga anak tirinya, Dianwardah.

Ilustrasi (Shutterstock)

Kala itu, anaknya sedang demam. Pelaku kemudian memberikan obat dan kelapa ijo kepada korban.

Namun usai meminum obat, korban terus-terusan rewel dan menangis. Merasa terganggu dengan suara tangisan korban, pelaku kalap dan melempar tubuh balita mungil tersebut ke tembok sebanyak 3 kali.

"3 kali pelaku melempar korban ke tembok. Dua di antaranya terbentur kepalanya," ujar Wito.

Melihat korban tidak bergerak lagi, tersangka kemudian meletakkan korban di tempat tidur. Saat sang istri pulang, tersangka berpura-pura sakit perut dan pergi ke toilet. Ibu korban lalu masuk ke kamar dan terkejut mendapati anaknya sudah tak sadarkan diri.

Korban kemudian dibawa ke klinik terdekat. Namun karena kondisinya parah, korban disarankan dibawa ke RS Budi Asih Cikarang Selatan. Sesampainya di RS, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.


Baca Juga : Bayi 7 Bulan Ditemukan Tewas Mengambang di Bak Mandi, Ibunya Terkapar

Ibu korban sempat menutupi soal kematian anaknya tersebut. Namun, pihak RS Budi Asih yang merasakan ada kejanggalan pada kematian korban lantas melapor ke polisi. Polisi segera menindaklanjuti kasus ini. Jasad korban pun diautopsi di RS Polri Kramatjati untuk keperluan penyelidikan.

"Ada hasil pemeriksaan dari dokter. Kita juga perkuat dengan visum. Benar, ada pendarahan di rongga kepala korban," katanya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari TKP, di antaranya obat panas sirup, kelapa ijo, dan botol dot. Kini kasus ditangani Polsek Serang Baru bersama Polres Metro Bekasi.


Baca Juga : Malu Menanggung Aib, Gadis Remaja Tega Bunuh Bayinya di Kamar Mandi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini