nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKL Eksis di Trotoar karena Diduga Bayar Setoran ke Preman

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 11:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 30 338 2098501 pkl-eksis-di-trotoar-karena-diduga-bayar-setoran-ke-preman-30m7ODX8Fe.jpg PKL jualan di trotoar. (Foto : Dok Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Keberadaan preman di lapak pedagang kaki lima (PKL) memang sudah menjadi rahasia umum. Eksistensi mereka di sana kerap menjadi pelindung para pedagang saat berhadapan dengan para petugas Satpol PP yang melakukan penegakan peraturan daerah.

Peristiwa itu terjadi ruas jalan dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Mereka harus membayar setoran kepada seseorang bila ingin menjajakan dagangannya di sana. Berdasarkan pengakuan salah satu pedagang bernama Sarijan, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp10 ribu per hari untuk alasan keamanan.

"Ada tiap hari bayar Rp10 ribu ke seseorang. Mereka katanya warga sekitar," kata Sarijan di lokasi, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ia mengaku kerap mendapat informasi dari yang bersangkutan bila Satpol PP akan melaksanakan razia di lokasi. Namun, ia enggan menjelaskan lebih detail ihwal sosok orang yang dimaksud tersebut.

"Yang minta-minta itu biasanya yang suka kasih info kalau nantinya ada razia dari Satpol PP," katanya.

PKL di Trotoar (Foto: Okezone.com/Fadel)

Terkait keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan memenangkan gugatan Politikus PSI, William Aditya dan Zico Leonard terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, hingga berujung ke pelarangan aktivitas jual beli di atas trotoar, ia mengaku tak mengetahui informasi tersebut.

Saat ini, kata Sarijan, belum ada petugas Satpol PP yang memberikan sosialisasi terkait adanya putusan MA itu. Ia berharap bila nanti direlokasi, dicarikan sebuah tempat yang layak dan strategis untuk berjualan.

"Saya sebagai orang kecil, seumpama nanti dipindah, ya tempatnya harus banyak pembeli," ujarnya.

Penuturan yang sama juga dilontarkan pedagang di Jalan Halimun, Setiabudi, Jakarta Selatan, Toni. Ia mengakui berdagang di tempat yang tidak semestinya. Namun, ia enggan menyebutkan, terkait sosok yang bisa mengizinkan dirinya berdagang di pinggir jalan.

PKL jualan di trotoar. (Foto : Okezone.com/Fadel Prayoga)

"Saya bukan di bawah naungan Dinas UMKM. Kami ada yang urus di sini. Jadi bisa bebas berdagang," kata Toni.


Baca Juga : Jualan di Trotoar Dilarang, tapi Pemprov Belum Beri Tahu Pedagang

Para PKL tersebut berharap relokasi ataupun penggeseran yang akan dilakukan nantinya tak merugikan pedagang dan justru harus semakin memperbaiki kondisi taraf hidup mereka.


Baca Juga : Trotoar Dikuasai PKL, Anies: Pemanfaatannya Banyak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini