nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Pelajar SMK di Bogor Duel Maut, Satu Tewas

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 02 September 2019 12:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 02 338 2099534 dua-pelajar-smk-di-bogor-duel-maut-satu-tewas-oWjtPTBz9e.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BOGOR - Seorang pelajar SMK bernama Afga (17), tewas usai terlibat duel maut menggunakan senjata tajam di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Duel tersebut hanya dipicu gengsi antar-sekolah.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat korban ditantang berduel oleh tersangka J (17) dari sekolah yang berbeda pada Kamis 22 Agustus 2019 lalu.

"Tersangka menantang duel korban melalui WhatsApp. Lalu ditentukan lokasi duelnya di daerah Gunung Putri, di sana tersangka maupun korban didampingi temannya," kata Dicky, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Viral, 2 Kelompok Pemuda Berkelahi di Tempat Hiburan Malam 

Setelah bertemu, korban dan tersangka pun terlibat duel menggunakan cerulit yang disaksikan oleh teman-temannya. Nahas, korban mengalami sabetan di bagian tangan, paha dan kepala hingga tewas.

"Dari duel itu korban akhirnya meninggal dengan luka bacokan di tubuhnya. Jadi duelnya ini pakai celurit, setelah itu para tersangka kabur," ujarnya.

 polisi menunjukan bukti

Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya berhasil menangkap tersangka J bersama satu temannya berinisial AM yang berperan sebagai otak dalam duel tersebut dan menyiapkan senjata tajam.

"Kita tangkap tersangka J pelaku duel dan satu lagi tersangka AM yang menyuruh duel dan menyiapkan senjata celurit untuk pelaku utama. Motifnya hanya karena gengsi antar-sekolah," ujar Dicky.

Baca Juga: Tawuran Pelajar Bukan Tindak Kriminal

Selain dua tersangka, polisi juga turut mengamankan beberapa barang bukti di antaranya dua bilah celurit serta pakaian korban yang berlumuran darah.

"Karena di bawah umur, tersangka kita jerat Pasal 80 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 351 Ayat (3) dan atau Pasal 338 KUHP," ujarnya.

Sekolah Yang Sering Tawuran Harus Dievaluasi

Polisi meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap izin sekolah-sekolah yang sering terlibat tawuran di wilayah Bogor. Karena, tidak jarang aksi tersebut memakan korban jiwa.

"Kita minta sekolah yang sering tawuran di Bogor dievaluasi. Kalau tidak bisa memberikan pendidikan yang baik, dicabut izin sekolahnya. Karena ini levelnya SMK kita akan koodinasi dengan provinsi," ucap Dicky.

Ia menilai, maraknya aksi tawuran antar sekolah dipicu hanya karena gengsi dan kurangnya pengawasan dari pihak sekolah terhadap muridnya.

"Banyak sekolah tawuran karena temurun junior senor hanya soal gengsi. Ini perlu didalami siap alumni-alumninya, nanti kita data yang tawuran tanggal berapa, berapa kali untuk bahan evaluasi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini