nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Membunuh, Aulia Kesuma Campur 30 Obat Tidur ke Minuman Suami dan Anaknya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 02 September 2019 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 02 338 2099762 sebelum-membunuh-aulia-kesuma-campur-30-obat-tidur-ke-minuman-suami-dan-anaknya-8FSux3s24k.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, pelaku pembunuhan dan pembakaran ayah dan anaknya, Aulia Kesuma membeli 30 butir obat tidur jenis Valdres untuk dicampur ke minuman Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23), sebelum menghabisi nyawa korban.

Bahkan, untuk korban Dana, Aulia memasukkan obat tidur ke dalam minuman keras (miras). Berdasarkan pengakuan, Aulia membeli obat tersebut di sebuah apotek di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Tak hanya obat, Aulia membeli sarung tangan karet dan alkohol.

"Dalam kegiatan menghabisi nyawa suami dan anak tirinya, dia membeli obat tidur jenis Vandres sebanyak 30 butir, sarung tangan karet, alkhohol di apotek di Kalibata," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Aulia Kesuma, Otak Pembunuhan Ibu dan Anak Tiri Tiba di Polda Metro Jaya (foto: Dok Okezone.com/M Rizky)

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, Aulia menggerus 30 butir obat Vandres lalu dicampur pada jus tomat untuk Edi dan Dana. Selain itu, gerusan obat Vandres dicampur pada Wiski untuk Dana.

"Dia sudah mencampur dulu obat tidur Vandres yang sudah digerus ke dalam 3 mug, satu jus tomat untuk ED, satu jus tomat untuk DN, dan satu dicampur dalam minuman keras (miras)," kata Suyudi di kesempatan yang sama.

Jus untuk Edi diberikan langsung oleh Aulia. Pasalnya, cara itu dilakukan pelaku lantaran suaminya itu selalu mengonsumsi jus tomat tiap harinya. Sementara jus untuk Dana disimpan di dalam kulkas.

"Untuk korban ED, obat itu dicampur dengan jus tomat, memang setiap hari minum jus. Saudara Aulia juga minum jus, tapi tidak ada campurannya. Kemudian diminum, korban tertidur di kamarnya," papar dia.

Seusai Edi lelap, Aulia memanggil dua eksekutor asal Lampung yakni Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid. Oleh bantuan kedua eksekutor itu, Aulia membekap mulut Edi menggunakan kain yang dicampur alkohol.

Sementara, Sahid memegang perut dan kaki Edi. Hal itu dilakukan karena Edi sempat memberontak dan mencakar Aulia.

Ilustrasi (Shutterstock)

"Korban Edi sempat memberontak dan mencakar lengan sebelah kanan. Oleh saudara SG (Sahid) korban ditarik kakinya ke arah ketiak sehingga korban diduga meninggal di kamar," papar Suyudi.

Selanjutnya, Aulia mengikat tangan Edi menggunakan sumbu kompor. Sementara, Agus dan Sahid membantu mengikat kaki Edi.

Pada hari yang sama, Dana tiba di rumah tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum naik ke lantai atas, Dana sempat menenggak jus oplosan tersebut.

Di lantai atas, Dana bertemu Kelvin yang sudah menyiapkan Wiski yang telah dicampur gerusan obat Vandres. Dana pun larut dalam mabuk karena pengaruh Wiski.

Ilustrasi obat. (Ist)

"Sambil musik menyala, mereka joget-joget dan pada pukul 04.30 WIB saudara Dana sudah mabuk dan tertidur," ujar dia.

Suyudi menyebut, Kelvin langsung membekap Dana dengan kain kuning yang telah dicampur alkohol. Di saat itu juga, Aulia membantu memegang tangan Dana. Sementara, Sahid memegang perut Dana dan Agus memegang kaki Dana.


Baca Juga : Utang Rp10 Miliar dan Sakit Hati Jadi Alasan Istri Bunuh Suami dan Anak Tirinya

"Kemudian korban DN dibawa dengan bed cover dibawa ke kamar Edi di bawah dalam keadaan diikat sumbu kompor," tuturnya.


Baca Juga : Sebelum Bakar Suaminya, Aulia Kesuma Kirim Santet dan Niat Beli Senpi

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini