nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kursi Wagub DKI Kosong, Anies Diminta Aktif Komunikasi dengan DPRD

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 338 2099917 kursi-wagub-dki-kosong-anies-diminta-aktif-komunikasi-dengan-dprd-T9McYYcvnO.JPG Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengimbau kepada Anies Rasyid Baswedan untuk aktif berkomunikasi dengan jajaran parlemen Kebon Sirih terkait kosongnya kursi DKI-2. Dengan begitu terlihat kalau Anies memang membutuhkan seorang pendamping dalam menjalani roda pemerintahan di Ibu Kota.

“Kalau menurut saya sih, perlu dibangun komunikasi (antara Anies dan DPRD DKI-red). Apalagi ini dewan yang baru,” kata Djarot kepada Okezone di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Jika nanti sudah terbangun komunikasi yang baik antara Anies dan legislatif, kata Djarot, maka bola panas itu tinggal dieksekusi oleh jajaran anggota DPRD. Ia berharap pemilihan Wagub DKI menjadi agenda prioritas mereka dalam waktu dekat.

“Kalau menurut saya itu harus jadi skala prioritas dewan untuk melanjutkan tugas dewan yang sebelumnya. Sekarang kan sebetulnya bola ada di tangan DPRD,” kata Djarot.

Rapat Paripurna DKI Jakarta

Menurut dia, bila Anies tetap sebatang kara dalam menjalani masa jabatannya, maka roda pemerintahan akan terlihat pincang. Sebab, untuk menjadi seorang pemimpin di Jakarta dibutuhkan wakil gubernur dalam menyelesaikan masalah yang amat kompleks.

“Karena tugas-tugas dari Gubernur DKI itu berat banget. Otonomi ada di tingkat provinsi kan daerah khusus. Jadi semua tanggung jawab itu pak gubernur, tentu dibantu dengan wali kota-wali kota. Makanya perlu wakil supaya bisa membantu tugasnya,” katanya.

Seperti diketahui, Sandiaga Salahuddin Uno mundur dari kursi Wagub DKI Jakarta pada 10 Agustus 2019 lalu. Dia mencoba peruntungan di kancah dunia politik yang lebih tinggi, yakni dengan mendaftarkan diri sebagai cawapres bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Kini pesta demokrasi telah selesai, tapi Anies tetap menjalani masa jabatannya tanpa ditemani seorang pendamping alias jomblo. Partai Gerindra dan PKS yang merupakan parpol pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI telah sepakat mencalonkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagai cawagub.

Kedua nama itu telah dikirimkan ke DPRD DKI untuk dipilih di dalam rapat paripurna pemilihan jabatan orang nomor dua di Ibu Kota. Namun, hingga kini rapat itu tak juga terwujudkan karena para anggota legislatif yang terkesan ogah menyelesaikan polemik tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini