nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Pemicu Polisi Tembak Polisi di Polsek Cimanggis Tak Dipenjara

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 03 338 2100178 pelajar-pemicu-polisi-tembak-polisi-di-polsek-cimanggis-tak-dipenjara-TwyYNUgI6q.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

DEPOK - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan putusan terhadap terdakwa FZ selama 8 bulan mendapatkan bimbingan oleh pembimbing kemasyarakatan. Selama masa pengawasan dan pembimbingan itu Jaksa Pentuntut Umum (JPU) diperintahkan mengeluarkan FZ dari tahanan.

FZ merupakan pemicu Briptu Rangga Tianto menembak Bripka Rahmat Efendy sebanyak tujuh kali di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Cepok, Kamis 25 Juli 2019 sekira pukul 19.30 WIB, lalu. Perkara FZ pun telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana dilihat di situs PN Depok.

Baca Juga: Kriminolog: Polisi Tembak Polisi karena Kematangan Pribadi Tidak Kuat 

Ilustrasi

Dalam amar putusannya, hakim tunggal Ramon Wahyudi menyatakan FZ terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menguasai, membawa senjata tajam sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Memerintahkan FZ ditempatkan di bawah pengawasan penuntut umum selama 8 bulan serta memerintahkan kepada pembimbing kemasyarakatan untuk melakukan pembimbingan selama masa pengawasan. Memerintahkan JPU untuk mengeluarkan FZ dari tahanan," kata Ramon seperti dikutip dari situs PN Depok.

"Menetapkan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit yang terbuat dari plat baja dengan gagang dililit lakban hitam dirampas untuk dimusnahkan," sambungnya.

Baca Juga: Senpi yang Digunakan Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Jenis HS-9 Milik Polairud

Sebelumnya, JPU AB Ramadhan menuntut FZ terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia, sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk, yaitu berupa satu senjata tajam jenis celurit sebagaimana diatur dan diancam Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 Jo UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap FZ dengan pidana pembinaan dalam lembaga selama 10 bulan di panti sosial rehabilitasi anak berhadapan dengan hukum (PSR ABH) Cileungsi Bogor. Menyatakan barang bukti berupa satu buah senjata tajam jenis celurit dirampas untuk dimusnahkan," ujar Ramadhan.

Perlu diketahui sebelumnya, FZ ditangkap Bripka Rahmat karena terlibat tawuran di lapangan Sanca, Cimanggis Jawa Barat lantaran membawa senjata tajam jenis celurit. Setelah penangkapan FZ, sang ayah Z (46) dan Brigadir Rangga, yang belakangan ternyata paman FZ, datang ke Polsek Cimanggis meminta agar FZ dibebaskan.

Karena Bripka Rachmat menolak, Brigadir Rangga mengeluarkan senapan HS-9 miliknya dan memberondong peluru ke arah Bripka Rachmat hingga tewas seketika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini