nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Korupsi Jalan Nangka Nur Mahmudi Hadiri Pelantikan DPRD Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 338 2100219 tersangka-korupsi-jalan-nangka-nur-mahmudi-hadiri-pelantikan-dprd-depok-qO9HAsBXlS.jpg

DEPOK - Sebanyak 50 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dilantik di Gedung Paripurna DPRD Kota Depok, Kota Kembang, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Mereka akan bekerja untuk masa jabatan 2019-2024.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh unsur Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) namun di antara mereka nampak hadir mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail seorang tersangka korupsi Jalan Nangka yang merugikan negara Rp10,7 Miliar. Itu sesuai hasil perhitungan audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan).

Tersangka Nur Mahmudi hadir di acara pelatikan DPRD mengenakan kemeja putih berjas hitam, dia keluar dari acara pelantikan sekira pukul 11.55 WIB dari pintu utama ruang Paripurna.

Nur Mahmudi di Pelantikan DPRD Depok (Foto: Okezone/Wahyu)

"Siang pak Nur, gimana kabarnya ?," tanya wartawan luar gedung paripurna.

"Gimana kelanjutan kasus korupsinya," lanjut wartawan.

Dengan pengawalan ketat oleh ajudan pribadi, Nur Mahmudi melangkah cepat berjalan menuju ruang komisi DPRD. Tidak ada satu pun pertanyaan dari wartawan yang dijawab, dengan wajah semringah dan senyum dia berlalu meninggalkan awak wartawan yang sudah menunggu sejak pagi.

Baca Juga: Berkas Tak Kunjung Beres, KPK Ikut Awasi Kasus Korupsi Jalan Nangka di Depok

Sementara itu di tempat yang sama, Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan masih akan melengkapi berkas penyidikan kasus korupsi jalan Nangka.

"Masih di kami (Polisi) berkasnya dan akan kami lengkapi, nanti kalau sudah lengkap baru kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok," ucap Azis.

Kasus ini berawal dari penyelidikan Tipok Polresta Depok, kemudian tim penyidik meminta BPKP Jawa Barat melakukan audit dan di temukan Rp10,7 Miliar kerugian negara. Lalu tanggal 20 Agustus 2018 Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Jalan Nangka. Saat ini kasus korupsi Nur Mahmudi masih melempem di Polresta Depok dan Kejaksaan Negeri Depok.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini