Puluhan Bangunan Liar di Puncak Bogor Digusur

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 04 September 2019 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 338 2100702 puluhan-bangunan-liar-di-puncak-bogor-digusur-H1FidPMv6e.jpg Penggusuran di Puncak Bogor (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Ratusan aparat gabungan Satpol PP, Polri dan TNI kembali melakukan penertiban bangunan liar di kawasan Puncak, tepatnya di Kampung Naringgul, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan penertiban ini merupakan tahan dua dimana ada sebanyak 30 bangunan tanpa izin yang ditertibkan.

"Ini tahap dua, kemarin kita sudah lakukan bongakar 23 bangunan dari jumlah keseluruhan 53. Ini sisanya," kata Agus, kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Agus menambahkan, bahwa pihaknya sudah melayangkan surat peringatan sesuai dengan peraturan daerah dan sosialisasi terhadap warga di lokasi untuk meninggalkan tempat mereka.

"Pembongkaran ini telah melalui berbagai tahapan sesuai dengan Perda Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2016, kita juga sudah memberi surat peringan satu, dua dan tiga kepada warga," jelasnya.

Setelah bangunan dibongkar, lahan tersebut rencananya akan dijadikan sebagai rest area para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Puncak oleh Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Bogor.

Penggusuran Puncak Bogor (Foto: Okezone/Putra)

"Ini memang untuk dibangun rest area PKL Puncak, hingga tidak ada lagi PKL yang berdagang di pinggir jalan karena membahayakan mereka dan juga karena sedang ada pelebaran Jalan Puncak," tandasnya.

Sementara, terkait relokasi maupun dana kerohiman warga pihaknya tidak tahu menahu. Yang jelas, Satpol PP hanya melaksanakan penertiban sesuai aturan.

"Itu bukan ranah kami, kalau memang dari pemerintah daerah ada dana kerohiman atau sebagainya ya silahkan saja. Tapi yang jelas ada tidak ada itu (dana kerohiman) kami tetap tertibkan," pungkasnya.

Dalam pembongkaran tahap dua ini juga sempat mendapat penolakan dari warga sekitar. Mereka pun sempat membakar ban bekas hingga kasur di pinggir Jalan Raya Puncak untuk mengahalau petugas.

Beruntung, aksi itu bisa diredam agar tidak meluas. Petugas kemudian melakukan mediasi kepada warga hingga akhirnya penertiban tetap berjalan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini