Sri Bintang Dipolisikan karena Diduga Hasut Orang Jatuhkan Jokowi

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 06 September 2019 23:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 338 2101706 sri-bintang-dipolisikan-karena-diduga-hasut-orang-jatuhkan-jokowi-Msyw7Nq5IL.jpg Sri Bintang Pamungkas (Foto: Ist)

JAKARTA - Aktivis Sri Bintang Pamungkas dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya mengajak orang menggagalkan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2019 dan menjatuhkannya sebagai Presiden.

Pernyataan Sri Bintang beredar dalam video yang dilaporkan Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra menyetakan keberatanmya karena Sri Bintang dianggap menebarkan kebencian.

"PITI keberatan atas pernyataan video yang beredar di YouTube di mana bahwa Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi pada tanggal 20 Oktober 2019," kata Ipong di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Terserang Bell's Palsy, Kivlan Zen Minta Dirujuk ke RSPAD 

Presiden Jokowi

Menurutnya, ucapan Sri Bintang juga sebagai bentuk hasutan pada masyarakat sehingga tidak pantas dilakukan. Pihaknya pun meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas.

"Saya anggap itu menghasut dan memprovokasi rakyat Indonesia maksud dan tujuannya apa. Saya minta kepada Bapak Kapolda Metro dan Kapolri untuk menindak tegas Sri Bintang Pamungkas," ujarnya.

Dalam laporannya, Ipong menyertakan barang bukti berupa video yang diambil dari sebuah akun YouTube.

"Saya (pertama kali) lihat (video) dari YouTube tanggal 31 (Agustus), saya kaget, buka lagi, masih ada. Ini enggak benar kalau dibiarkan tanggal 20 bisa kacau balau, mengajak, menghasut rakyat itu kan nggak boleh, jadi nanti rakyat jadi resah," ujarnya.

Laporan itu teregister dalam nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan terlapor bernama Ipong Wijaya Kusuma dan terlapor Sri Bintang Pamungkas.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 28 Ayat (2) junto Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 160 KUHP.

Di video itu sendiri Sri Bintang terlihat sedang berbicara mengenai upaya penguasaan asing di Indonesia, terutama Jawa. Ia pun menegaskan, tak ada cara lain untuk, kecuali Jokowi harus mundur.

"Kalau sampai terlambat, artinya jangan sampai menunggu sampai 20 Oktober, sekarang-sekarang itu sudah harus ada persiapan menjatuhkan Jokowi, karena apa, karena dia telah melakukan tindakan makar kepada Republik ini," tuturnya.

Sehingga semua orang berhak untuk mengatakan kalau Jokowi sudah tidak dibutuhkan lagi di negeri ini.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini