nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polres Bogor Akan Ujicoba Kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak, Ini Penjelasannya

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 08 September 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 08 338 2102156 polres-bogor-akan-ujicoba-kanalisasi-2-1-di-jalur-puncak-ini-penjelasannya-nTlTvHVLxD.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BOGOR - Dalam waktu dekat, Satlantas Polres Bogor akan melakukan uji coba rekayasa lalu lintas baru di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yakni dengan sistem kanalisasi 2-1. Sistem tersebut diharapkan mampu menjadi opsi selain one way yang sudah puluhan tahun diterapkan di Jalur Puncak.

"Berbagai upaya kami terus lakukan untuk mengurai kepadatan, memang selama ini yang baik adalah one way dan kita sedang mencari solusi alternatifnya. Uji coba dilakukan dalam waktu dekat, kita akan lihat dampaknya selain one way," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri, Minggu (8/9/2019).

Fadli menjelaskan, sistem kanalisasi 2-1 tersebut yakni adalah rekayasa lalu lintas dimana petugas akan memperioritaskan arus kendaraan yang mengalami kepadatan menjadi dua lajur. Sedangkan, untuk arah sebaliknya hanya diberi satu lajur.

"Hampir sama dengan normal 2 arah bedanya diprioritas naik atau turun (2 lajur) yang trafficnya lebih padat. Jadi harus dikanalisasi sehingga baik yang naik dan turun antri sesuai porsinya," paparnya.

Polres Bogor

Akan tetapi, sistem 2-1 tersebut mempunyai kelemahan dimana polisi harus menerjunkan banyak personel juga barier sebagai pembatas di sepanjang Jalur Puncak sepajang 22 kilometer mulai dari Simpang Gadog hingga kawasan Puncak Pass.

"Ini memerlukan kanalisasi yang panjang dari Pos Gadog hingga Puncak Pass, baik personil maupun barrier karena jarak yang jauh," ungkapnya.

Nantinya, uji coba ini akan dilakukan bersama Kementerian Perhubungan untik melihat dampak lalu lintas yang terjadi. Fadli tetap berharap agar jalur alternatif Cibubur-Jonggol-Cianjur dapat dioptimalkan untuk mengurangi beban kendaraan di Jalur Puncak.

"Kegiatan ini harus tetap didukung dengan mengoptimalkan jalur alternatif di seputaran Puncak dengan memberdayakan polisi lingkungan warga (polingga) serta mengoptimalkan jalur alternatif Cibubur-Cileungsi-Jonggol agar mengurangi beban kendaraan yang melintas di Jalur Puncak," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini