nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gerebek Perakitan HP Ilegal di Tangerang

Isty Maulidya, Jurnalis · Senin 09 September 2019 14:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 338 2102447 polisi-gerebek-perakitan-hp-ilegal-di-tangerang-G7j3MnBDds.jpg Kapolres Tangerang Kota, Kombes Abdul Karim (foto: Humas Polres Tangerang Kota)

TANGERANG - Jajaran Polres Metro Tangerang Kota menggerebek tempat perakitan handphone ilegal di Ruko De Mansion, Cipondoh, Kota Tangerang pada Jumat, 6 Agustus 2019. Ribuan handphone siap edar dengan berbagai merk itu berhasil disita petugas, handphone tersebut merupakan hasil rekondisi handphone lama dan dijual seolah-olah handphone baru.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa bisnis ilegal tersebut sudah berjalan selama 4 tahun dengan omzet penjualan mencapai ratusan milyar rupiah pertahun. Pelaku mengedarkan handphone tersebut lewat penjualan online dan juga melalui toko penjualan handphone

"Mereka dapat keuntungan sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta dari 1 handphone. Handphonenya diedarkan lewat jaringan online karena mereka memang menyasar pembeli online, tapi ada juga beberapa toko yang ambil barang dari mereka" jelas Abdul Karim di Polres Tangerang Kota, Senin (9/9/2019).

Ia juga menjelaskan, handphone yang dipasarkan juga sudah dilengkapi dengan kartu garansi palsu sehingga pembeli tidak akan menyadari bahwa handphone yang dibelinya merupakan produk rekondisi.

 Polres Tangerang Kota

Lewat kejadian ini, ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat membeli handphone. Masyarakat diminta untuk waspada apabila menemukan handphone yang stiker atau kemasannya tidak rapi.

“Tapi kalau lebih teliti kualitas cetakan garansi atau stiker yang menempel di kardus itu tidak rapi atau lebih buruk. Masyarakat harus berhati-hati kalau mau beli hp, diperhatikan bungkusnya sama kartu garansinya kalau yang palsu pasti kelihatan bedanya," tutupnya.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap 14 tersangka yang terlibat dalam perakitan handphone rekondisi tersebut, dan dijerat Pasal 62 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku terancam penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Mereka juga akan dijerat pasal 104 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman penjara lima tahun dan atau denda paling banyak Rp5 miliar. Selain itu, ada pula Pasal 47 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dengan ancaman penjara maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini