nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pabrik Perakitan Ponsel Rekondisi di Tangerang Terbongkar, Omzetnya Miliaran Rupiah

Isty Maulidya, Jurnalis · Senin 09 September 2019 15:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 09 338 2102492 pabrik-perakitan-ponsel-rekondisi-di-tangerang-terbongkar-omzetnya-miliaran-rupiah-FaRNHOl8Tn.jpg Polres Tangerang Kota Rilis Penggerebekan Pabrik Handphone Rekondisi di Tangerang (foto: Ist)

TANGERANG - Sebuah pabrik perakitan ponsel rekondisi di Ruko De Mansion Cipondoh Tangerang digeledah jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Lewat penggeledahan tersebut polisi menyita ribuan unit handphone hasil rekondisi siap jual.

Berdasarkan keterangan para pelaku, bisnis ilegal tersebut sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun dan menghasilkan 120 ribu unit ponsel per tahun. Polisi memperkirakan keuntungan yang didapat pelaku mencapai Rp300 miliar pertahun.

Baca Juga: Polisi Gerebek Perakitan HP Ilegal di Tangerang 

"Sudah berjalan 4 tahun, dan setahun bisa menghasilkan kurang lebih 120 ribu unit HP rekondisi. Berarti selama empat tahun sudah 480 ribu unit yang mereka produksi," ujar Kombes Abdul Karim Kapolres Metro Tangerang Kota, Senin (9/9/2019).

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Abdul Karim juga menjelaskan bahwa ponsel tersebut dijual dengan harga yang sesuai pasaran. Selain itu, pelaku juga melengkapi ponsel tersebut dengan kartu garansi dan dijual melalui sistem penjualan online serta melalui toko penjualan handphone yang ada di wilayah kota Tangerang dan sekitarnya.

"Kalau dilihat sekilas tidak berbeda dengan HP aslinya karena hampir semuanya sama, ada kartu garansi juga tapi palsu dan itu dijual dengan harga baru sesuai pasaran," ujarnya.

Selain menyita ribuan handphone rekondisi, polisi juga mengamankan 14 pegawai yang terlibat dalam bisnis ilegal tersebut, 4 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) China sedangkan 10 lainnya merupakan warga Indonesia.

Para pelaku mendapat bahan baku perakitan ponsel didapat dari Cina yang dikirim lewat jalur laut menggunakan kontainer. Selain itu, pelaku juga mengumpulkan suku cadang yang berasal dari Indonesia.

“Empat WNA itu berperan sebagai pengawas dan 10 WNI sebagai pekerjanya. Sudah kita tangkap semua. Jadi ruko tersebut tempat perakitan HP ilegal dari Cina,” jelas Abdul Karim.

Baca Juga: Penipuan Sewa Apartemen di Tangsel Terbongkar, Begini Modusnya 

Lewat peristiwa tersebut, Abdul Karim mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat membeli handphone. Masyarakat diminta lebih teliti lagi agar tidak tertipu membeli ponsel rekondisi.

"Meskipun sepintas terlihat sama, tapi kalau teliti pasti tahu bedanya apa. Dari boksnya saja sudah beda," tutupnya.

(fid)

Berita Terkait

Penipuan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini