nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria di Bekasi Curi Duit Puluhan Juta dari Ponpes untuk Sewa PSK

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 12:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 10 338 2102872 pria-di-bekasi-curi-duit-puluhan-juta-dari-ponpes-untuk-sewa-psk-q8l7IWTHw0.jpg Pencuri di Bekasi didor polisi ketika ditangkap (Foto: Okezone.com/Wijayakusuma)

BEKASI - Seorang pelaku pencurian di sebuah pondok pesantren (ponpes) Bekasi, Jawa Barat, dibekuk aparat kepolisian. Pelaku yang merupakan seorang residivis, dihadiahi timah panas karena berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di Pondok Pesantren Qur'an Terpadu Mimbar Huffazh, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kala itu korban yang tinggal di ponpes, baru saja pulang dengan mengendarai mobil. Saat itulah pelaku AC alias Caung melihat korban, dan langsung mengikuti ke arah korban berjalan.

"Jadi pada saat itu pelaku melihat korban keluar mobil, jalan dan masuk ke ruangan. Pintunya kemudian tidak ditutup. Sehingga akhirnya pelaku masuk, mengintip dan mengambil barang lalu kabur," kata Kapolsek Setu, AKP Aba Wahid Key kepada Okezone, Senin (9/9/2019).

Ilustrasi

Korban yang tidak melihat aksi pelaku, lantas kaget melihat tas miliknya yang berisi barang-barang berharga, lenyap keesokan harinya.

"Pelaku mengambil tas warna hitam berisi laptop Polytron, tablet Samsung serta uang sekitar Rp 40juta," ujar Key.

Korban kemudian melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Setu. Usai melakukan penyelidikan, polisi pun berhasil mengantongi identitas pelaku dan melakukan penangkapan di kediaman pelaku di Desa Mekarwangi, Cibitung, Cikarang Barat.

"Pelaku pada saat ditangkap berusaha melakukan perlawanan. Ya kita terpaksa melakukan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Pelaku, lanjut Key, dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. "Karena kan residivis. Pelaku tahun 2015 divonis 4 tahun, kemudian 2012 divonis 9 bulan," tandasnya.

Sementara itu, pelaku mengaku uang hasil curian digunakan untuk berfoya-foya dengan sejumlah perempuan malam atau PSK di lokalisasi.

"Uangnya habis buat foya-foya di "Tenda Biru" Cibitung, sama cewek cewek," ujar pelaku dibalik jeruji besi.

Dari keseluruhan barang hasil curian, hanya tersisa laptop yang masih belum terjual.

"Barangnya sisa laptop aja," akunya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini