nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buka Penjaringan Cawalkot Tangsel, Kantor PDIP Diserbu Pendaftar

Hambali, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 11:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 338 2103380 buka-penjaringan-cawalkot-tangsel-kantor-pdip-diserbu-pendaftar-259E2Ygsho.jpg PDIP Buka Penjaringan Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Sejumlah Bakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Raya Boulevard Ruko Venice Arcade Blok lD Nomor 09, Graha Raya Bintaro, Serpong Utara.

Hingga kini setidaknya telah ada 5 bakal calon yang datang mengambil formulir penjaringan. Mereka adalah tim Tomy Patria, lalu seorang perwira TNI AU Kolonel Beben Nurfadilah, dan disusul berikutnya Heri Gagarin yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Bidang Organisasi.

Baca Juga: Gerindra Siapkan Sosok Penantang Trah Ratu Atut-Airin di Pilkada Tangsel 2020 

Baik Tomy, Kolonel Beben, dan Gagarin mengambil formulir pendaftaran pada Selasa 10 September 2019 kemarin. Sedangkan selang 2 hari lalu, yakni Senin 9 September 2019, telah mendaftar lebih dulu 2 bakal calon, yaitu TB Rahmad Sukendar yang merupakan pegiat LSM dan Siti Nur Azizah putri KH Ma'ruf Amin.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel, Wanto Sugito, menegaskan, jika jajarannya akan bekerja keras merebut sejarah pada Pilkada Kota Tangsel 2020 nanti. Hal itu, kata dia, sesuai hasil kongres partai di Bali yang meneguhkan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai pelopor.

PDIP Buka Penjaringan Bakal Calon Wali Kota Tangsel (foto: Okezone/Hambali)	 

"Bahwa PDI Perjuangan dalam kongres di Bali menetapkan sebagai partai pelopor. Menuju partai pelopor harus memenuhi 3 syarat, yaitu struktural, legislatif dan eksekutif," tegas Wanto, Rabu (11/9/2019).

"Jadi Pilkada 2020 kita harus merebut sejarah, karena selama pemekaran dari Kabupaten (Tangerang) kita belum pernah pecah telur. Sebagai penerus ajaran Bung Karno, maka kelak jika Gagarin menjadi kepala daerah harus mewujudkan ajaran-ajaran Bung Karno itu," sambungnya.

Sebagai gambaran, pada pagelaran Pilkada sebelumnya pasangan yang diusung oleh Partai Golkar terus unggul dan memenangi perolehan suara. Sedangkan calon yang dijagokan oleh PDI Perjuangan selalu kandas menempati posisi kedua.

Ketua Tim Penjaringan DPC PDI Perjuangan, Suhari Wicaksono mengungkapkan, pihaknya mengumumkan secara resmi pendaftaran bakal calon Wali Kota berdasarkan rapat pleno pada waktu lalu yang tertera dengan nomor SK/021/TAP/DPC-TS/IX/2019.

"Tangal 17 September ini batas akhir untuk pendaftaran. Dua hari sebelumnya (15 September), kalau bisa fomulir sudah dikembalikan," terang Suhari di lokasi yang sama.

Dilanjutkan dia, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan partai terhadap para bakal calon yang sudah mendaftar adalah dengan membentuk tim khusus independen, guna mengetahui popularitas si bakal calon.

"Jadi tahapan selanjutnya, setelah ada pendaftaran, nanti kita membentuk tim khusus, dan terjun ke bawah untuk mengetahui seberapa populer bakal calon yang akan diusung," ucapnya lagi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini