nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Metro Tangkap Belasan Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 15:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 338 2103501 polda-metro-tangkap-belasan-pengedar-narkoba-jaringan-internasional-NHQONuD05H.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya meringkus 12 pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi jaringan Jakarta - Pekanbaru - Malaysia. Belasan pengedar narkoba jaringan internasional itu berinisial HW, F, S, RA, E, AY, HW, HP, I, RY, YP dan TWS.

"Mereka ditangkap dalam periode bulan Juli hingga September 2019," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu ( 11/9/2019).

Di tangan para pelaku, polisi menyita 18 kilogram sabu dan 4.132 butir ekstasi. "Belasan kilo sabu dan ribuan butir ekstasi berhasil diamankan juga," tuturnya.

Baca Juga: Miliki 282 Kg Ganja, Akhmad Bukhori dan Abdul Syukur Divonis Seumur Hidup

Polisi masih memburu seorang bandar berinisial, X yang diduga sebagai pemasok ke belasan orang pengedar barang haram tersebut.

"Penangkapan tersangka pengedar sabu ekstasi berawal dari laporan masuk ke polisi ada seseorang yang jadi bos atau pengendali. Dia kendalikan beberapa agennnya dia. Dia punya agen yang bisa edarkan narkotika itu," ujarnya.

Ilustrasi

Argo membeberkan, dalam penangkapan para pelaku ditangkap di sejumlah wilayah di Jakarta. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi meringkus para tersangka dalam tujuh kali penangkapan.

"Awalnya, polisi menangkap tersangka HW, F dan S di Apartemen Teluk Intan, Jakarta Utara pada tanggal 31 Juli, ditangan mereka diamankan empat kilogram sabu yang dimasukkan dalam empat plastik merah dan empat plastik bening berisi 400 gram sabu," tuturnya.

Baca Juga: Jaringan Narkotika Tempat Hiburan Malam Diungkap, Oknum TNI Diduga Terlibat

Kemudian, tersangka RA ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan pada 6 Agustus 2019. RA kedapatan menyembunyikan satu kilogram dalam lemari.

"Selanjutnya (penangkapan kedua), pada tanggal 6 Agustus, kita juga mendapatkan lagi pengedar dengan tersangka RA. Dia berada di apartemen di Cipulir, Jakarta Selatan. Setelah digeledah, kita menemukan 1 kilogram sabu yang disimpan di dalam lemari," ujarnya.

Pagi harinya, polisi kembali menangkap pelaku lainnya yakni HP dan L di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dari mereka, polisi menyita 3,36 kilogram sabu dan bahan baku untuk membuat pil ekstasi.

"Pada tanggal 7 Agustus juga di tempat yang berbeda, unit 5 Ditresnarkoba menangkap dua tersangka HP dan BY alias L di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Barang buktinya 3,36 kilogram sabu dan bahan baku ekstasi yang disimpan di dalam kardus," katanya.

Setelah berhasil mengamankan HP dan BY, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan, sehingga berhasil mengamankan E dan AY di sebuah SPBU di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan pada 8 Agustus 2019.

"Kedua tersangka mau mengambil barang dan ditangkap di SPBU di Serpong Utara dengan barang bukti 1 kilogram sabu," lanjutnya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 7 September, polisi kembali menangkap komplotan pengedar narkoba yakni tersangka HW di sebuah minimarket di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dari tangan HW, polisi menyita enam plastik sabu seberat 585 gram dan 8 plastik klip berisi 835 butir ekstasi.

Kemudian, polisi meringkus tiga orang di tempat berbeda pada 8 September 2019. Tersangka TWS, RY dan YP ditangkap di Rawa Bebek, Jakarta Utara dengan barang bukti 10 gram sabu, dan di tangan TWS disita 8 kilogram sabu.

"Mereka (yang ditangkap di lokasi berbeda) tidak kenal satu dan lainnya. Ini jenis peredaran narkotika jenis putus artinya tidak saling kenal. Itu modus untuk mengelabui petugas," ujarnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini