nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Mabuk, Oknum Polisi Aniaya Petugas Sekuriti hingga Bonyok

Hambali, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 338 2104425 diduga-mabuk-oknum-polisi-aniaya-petugas-sekuriti-hingga-bonyok-g1SOTw6q06.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

TANGSEL - Seorang petugas sekuriti menjadi korban penganiayaan oknum polisi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan (Tangsel) di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/9/2019) dinihari. Penganiayaan itu terjadi ketika korban bersama rekan-rekannya tengah berpatroli rutin.

"Jadi penganiayaan itu terjadi saat sedang patroli. Pelaku mengenakan pakaian biasa, tapi masih ada atribut dinas yang dipakai," kata komandan sekuriti korban kepada Okezone, saat ditemui di kantornya, Serpong, Tangsel.

Karena khawatir beresiko, Okezone sementara tak mencantumkan identitas korban maupun saksi kejadian. Namun diketahui, akibat penganiayaan itu korban menderita luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

"Yang terlihat jelas itu di bagian mukanya lebam-lebam. Jadi dia dipukuli sama oknum itu. Kita enggak bisa ngapa-ngapain, dia ngaku anggota," ucap rekan korban.

 Aniaya

Saat dikonfirmasi ke kantor sekuriti tempat korban bekerja, diketahui bahwa kejadian penganiayaan ternyata benar adanya. Terlihat sejumlah pihak, termasuk dari personil TNI turut berada di kantor itu guna membahas tindak lanjut aksi brutal oknum polisi tersebut.

"Iya kejadiannya semalam, diduga mabuk oknumnya. Nggak tahu juga persoalannya apa, tiba-tiba terjadi (penganiayaan). Makanya kita sedang rapat dulu nanti mau bagaimana," jelas salah satu atasan korban.

Keterlibatan personil TNI dalam rapat bukan tanpa sebab, lantaran saat kejadian semalam disebutkan jika oknum polisi mabuk itu juga sempat melontarkan kata makian kepada seorang petugas TNI yang di BKO kan mengawal patroli.

Beruntung para saksi yang merupakan rekan korban serta anggota TNI yang berada di lokasi, tak terpancing dengan ulah pelaku. Setelah dilerai, pelaku lantas pergi meninggalkan korban yang tersungkur di jalan.

"Setiap patroli malam petugas kita memang meminta bantuan dari TNI, biasanya ada yang di BKO kan," terang atasan korban itu.

Korban sendiri belum mau melaporkan tindak kekerasan oknum polisi itu ke Divisi Propam. Hingga kini belum bisa dipastikan, apakah pelaku bertugas di Polsek Pagedangan atau Mapolres Tangsel. Meski tak terima dianiaya, korban harus menunggu hasil koordinasi lebih dulu antara atasannya dan pihak pengelola kawasan BSD.

"Belum (lapor), nanti sore ini sekira jam 17.00 WIB, kita akan bertemu Pak Kapolres membahas ini," tukasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono Adipradono, belum bisa memberikan keterangan mendalam. Dia hanya menjawab singkat, bahwa akan mengecek langsung peristiwa itu.

"Saya cek dulu," jelas Muharam. (wal)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini