nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

25 Industri Rumahan di Jakut Cemari Udara

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 15:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 338 2104434 25-industri-rumahan-di-jakut-cemari-udara-vFRp9fKuhV.jpg Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menemukan 25 kegiatan industri rumahan di kawasan Jakarta Utara yang mencemari udara Ibu Kota. Rinciannya itu, terdiri dari 23 usaha pembakaran arang dan dua peleburan aluminium.

"Lokasi pembakaran arang dan peleburan alumunium terletak di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Keluharan Cilincing Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih dalam keterangan tertulis, Jumat (13/9/2019).

Baca Juga: Diduga Banyak Kejanggalan, PDIP DKI Ragukan Tender Proyek Stadion BMW 

Andono menyebut, kerap mendapat laporan dari warga sekitar ihwal adanya kegiatan usaha tersebut. Sebab, mereka melaksanakan aktivitas selama 24 jam nonstop.

"Hasil analisa didapati parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu. Paparan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit pada manusia menyebabkan kesulitan dalam bernapas dan H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan," ujarnya.

 Polusi udara Jakarta

Berdasarkan hasil kajian itu, kata dia, telah disepakati antara Pemprov DKI dengan seluruh pelaku usaha yang ada di sana. Di antaranya ialah mereka berjanji akan menutup kegiatannya pada 21 September 2019 mendatang.

"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan alumunium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota," katanya.

Baca Juga: Anies Sebut Konser Musik Klasik Membuat Jakarta Jadi Simpul Kebudayaan Indonesia 

Selain itu, lanjut dia, mereka juga akan mengurangi jam kerjanya, dari yang semula 24 jam menjadi hanya 12 jam.

"Mereka bersedia hanya melakukan pembakaran pukul 18.00 sampai dengan 06.00 WIB dan apabila ada laporan pengaduan warga terkait pencemaran kegiatan usaha pembakaran arang dan alumunium," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini