nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilkada 2020, 6 Parpol Berkoalisi untuk Hentikan Dominasi PKS di Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 18:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 14 338 2104845 pilkada-2020-6-parpol-berkoalisi-untuk-hentikan-dominasi-pks-di-depok-xD8s468Soi.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

DEPOK – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 sudah terasa di Kota Depok. Sejumlah partai politik (parpol) pun mulai menjalin koalisi untuk memperebutkan posisi nomor 1 di Depok.

Adapun 6 partai yang sudah bergabung dalam kontestasi untuk menentukan calon Wali Kota dan Wakilnya, di antaranya PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, dan PAN. Keenam parpol ini membentuk koalisi Depok Bangkit.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, pihaknya sudah pasti akan berkoalisi dengan sejumlah partai lainnya yang memiliki persamaan ideologi. Sebab sudah saatnya Depok bangkit dan harus mengakhiri “kejayaan” PKS yang berkuasa selama 15 tahun. Untuk itu, diperlukan komunikasi politik yang baik.

"Kita ingin dominasi PKS yang selama 15 tahun ini ya cukuplah. Masyarakat perlu dihadirkan sosok yang baru memimpin Depok. Karena kalau tidak berubah-ubah maka tidak berubah pula kebijakannya. Tapi pada saat bicara proses perubahan, di level apapun, di bidang apapun dan di aspek apapun perubahan itu menjadi keniscayaan yang lebih baik ke depan," kata Ono saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/9/2019).

ilustrasi (Dok Okezone)

Sementara itu, Ketua Harian DPC Gerindra Depok, Djamaluddin, mengungkapkan hal serupa. Gerindra sudah sepakat akan bergabung dengan koalisi Depok bangkit bersama partai pendukung lainya.

"Kami (Gerindra-red) adalah salah satu yang sudah intens untuk bertemu secara informal dengan teman-teman partai di luar PKS. Dengan PDIP kita sudah sejalan. Artinya berangkat dari keingingan yang sama bahwa memang paling tidak PKS berakhir di 2020," ujarnya.

Namun, semua itu baru sebatas komunikasi informal. Mengenai langkah selanjutnya, kata dia, akan terus dilakukan komunikasi intensif. “Artinya kami ini memiliki satu kesamaan,” ucapnya.

Keputusan partainya untuk melawan kekuatan PKS di Depok bukan tanpa alasan. Pasalnya, Gerindra sebagai partai pengusung di Pilkada Depok 2015 lalu merasa tidak dianggap oleh kepemimpinan saat ini. Salah satu alasanya keputusan dalam menentukan kebijakan di eksekutif maupun legislatif.

"Salah satu yang nyata adalah dalam hal pembuan logo Depok Friendly City yang menurut kami dominan pada warna yang mengarah ke salah satu partai. Oleh karenanya, kami ingin ada perubahan baik di eksekutif dan parlemen," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini