nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Partai Bakal Berkoalisi di Pilwalkot Depok, PKS Tak Ambil Pusing

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 15 September 2019 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 15 338 2104977 6-partai-bakal-berkoalisi-di-pilwalkot-depok-pks-tak-ambil-pusing-Wg7ASj5OWq.jpg Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (foto: Okezone)

JAKARTA - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi santai dan tak mau ambil pusing atas rencana enam partai politik (parpol), yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, dan PAN yang akan berkoalisi membentuk koalisi Depok Bangkit di Pilkada 2020.

“Semua partai punya kebebasan berkoalisi dengan siapapun,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada Okezone, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga: Pilkada 2020, 6 Parpol Berkoalisi untuk Hentikan Dominasi PKS di Depok

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Mardani mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap seluruh partai yang berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat, PKS juga tidak melihat pembentukan Koalisi Depok Bangkit yang memiliki tujuan untuk mengakhiri “kejayaan” PKS yang berkuasa selama 15 tahun di Depok.

“PKS mengapresiasi semua partai yang ingin memberikan yang terbaik bagi warga Depok. Kader PKS insya Allah memandang ini bukan perebutan kuasa tapi kompetisi memberikan yang terbaik bagi Kota Depok,” ujarnya.

Saat ini, PKS tidak terlalu memikirkan rencana enam partai tersebut. “Untuk saat ini PKS fokus melayani masyarakat Depok dengan kemampuan terbaik,” tuturnya.

Baca Juga: Pilkada 2020 Bisa Jadi Penentu Pemenangan Pemilu 2024 

Sebagaimana diketahui, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono mengaku sudah berkomunikasi dengan enam partai politik (parpol) untuk membetuk koalisi Depok Bangkit. Dalam tujuan pembentukan koalisi tersebut. Untuk mengakhiri “kejayaan” PKS yang berkuasa selama 15 tahun.

"Kita ingin dominasi PKS yang selama 15 tahun ini ya cukuplah. Masyarakat perlu dihadirkan sosok yang baru memimpin Depok. Karena kalau tidak berubah-ubah maka tidak berubah pula kebijakannya. Tapi pada saat bicara proses perubahan, di level apapun, di bidang apapun dan di aspek apapun perubahan itu menjadi keniscayaan yang lebih baik ke depan," kata Ono.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini