nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Modus PT Damtour Tipu 200 Calon Jamaah Umrah

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 16 September 2019 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 338 2105401 begini-modus-pt-damtour-tipu-200-calon-jamaah-umrah-SSk3VXqbu8.jpg Direktur PT Damtour, Hambali Abbas, ditangkap Polresta Depok karena tipu 200 calon jamaah umrah hingga mengakibatkan kerugian Rp4 miliar. (Dok Polresta Depok)

DEPOK – Direktur PT Damtour, Hambali Abbas (39), diamankan Polresta Depok karena melakukan penipuan terhadap 200 calon jamaah umrah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. PT Damtour merupakan agen perjalanan umrah yang berkantor di Jalan Tole Iskandar No 6-7 Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, modus pelaku untuk menarik para calon ibadah umrah dengan menawarkan paket promosi murah yang bisa dicicil ataupun tunai. Hasilnya, ratusan orang tertarik dengan promosi tersebut.

"Saat ini korbannya yang belum diberangkatkan umrah sebanyak 200 orang. Pelaku menawarkan paket promo dari harga Rp11-25 juta yang bisa dibayar secara mencicil atau tunai," ucapnya kepada wartawan, Senin (16/9/2019).

ilustrasi penipuan. (Shutterstock)

Penawaran promosi murah yang dilakukan PT Damtour kepada korbannya ternyata tak dilakukan sendiri oleh sang direktur, tetapi juga melibatkan seorang marketing bernama Agustin. Dari marketing itu, ratusan orang tergiur untuk beribadah murah dan menaruh uang jaminan maupun cash kepada PT Damtour.

"Uang yang diterima dari jamaah tidak digunakan untuk memberangkatkan jamaah karena pelaku melakukan modus seperti ini sejak tahun 2011 sampai 2018 kemudian pada Februari 2018 terlapor melarikan diri dan menutup kantor PT Damtour," ucap Azis.


Baca Juga : PT Damtour Diduga Tipu Ratusan Calon Jamaah Umrah, Kerugian Rp4 Miliar

Menurut pengakuan pelaku kepada penyidik Krimsus Polresta Depok, sampai kantornya ditutup pada 2018, sebanyak 200 calon jamaah umrah belum diberangkatkan. Kerugiannya mencapai Rp4 miliar.

"Saat ini korban sebanyak 200 orang dengan kerugian Rp4 miliar, ini kemungkinan masih bisa bertambah karena masih kami kembangkan kasusnya," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini