nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Tahun Belajar Lesehan, Kini SDN di Bekasi Dapat Bantuan Bangku dan Meja

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 16 September 2019 17:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 338 2105525 2-tahun-belajar-lesehan-kini-sdn-di-bekasi-dapat-bantuan-bangku-dan-meja-Wzz7k31fhz.jpg SDN Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dapat bantuan bangku dan meja, setelah siswa selama 2 tahun belajar secara lesehan. (Foto : Okezone.com/Wijayakusuma)

BEKASI – Usai ramai diberitakan media, siswa SDN Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan bangku dan meja belajar bekas. Hal ini terlihat saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan.

Beberapa kelas yang dulunya kosong, sekarang telah terisi bangku dan meja belajar. Pengadaan meja dan bangku sekolah ini disambut antusias guru dan siswa karena mereka tak perlu lagi belajar lesehan, sebagaimana dilakukan selama dua tahun terakhir.

Begitu pula dengan dewan yang mengapresiasi kesigapan Pemkot Bekasi dalam menindaklanjuti permasalahan yang dianggap mempermalukan dunia pendidikan itu.

"Kami sebagai perwakilan rakyat bersyukur bahwa Pemkot Bekasi siap tanggap, merespons apa yang menjadi keluhan anak SDN Pekayon Jaya III," kata anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Nico Godjang di sela-sela sidak, Senin (16/9/2019).

Siswa SDN Pekayon Jaya III Bekasi Selatan, Kota Bekasi, belajar secara lesehan karena tidak adanya meja dan bangku. (Ist)

Namun, pengadaan meubeler tersebut, diakui Nico, terkesan mendadak. Hal ini lantas menjadi pertanyaan bagi dewan yang nantinya meminta kejelasan dari eksekutif.

"Intinya pengadaan barang itu berproses. Enggak bisa pengadaan barang ujug-ujug, kecuali saya donasi pribadi. Tapi kalau meja belajar ini kemudian dari Pemda, nah ini kan harusnya ada proses. Apakah pinjam pakai sementara sambil menunggu proses lelang atau bagaimana? Kita tidak tahu. Nanti kita cek ke Disdik seperti apa," tuturnya.

"Akan kami usulkan agar walaupun belum ada AKD (alat kelengkapan dewan-red), kami mengundang Kadisdik (kepala dinas pendidikan-red), rencananya dalam waktu dekat. Jangan-jangan tidak hanya SD ini yang kena, masih ada SD lain," katanya.

Selaku dewan, Nico pribadi mengaku tidak pernah mengetahui kondisi miris yang dialami para siswa SDN Pekayon Jaya III. Hal itu baru diketahuinya setelah menjadi viral.

"Artinya kalau enggak viral seperti ini, ya bisa lima tahun, ya enggak tahu kapan kan. Karena laporan tadi dari pihak sekolah, bahwa ini setiap bulan mereka laporkan. Makanya saya bilang. Kalau kaya gitu caranya, jangan pernah takut. Ada persoalan apa-apa, enggak pernah direspons, viralkan. Artinya harus diviralkan dulu baru direspons. Ini kan sangat miris," tuturnya.

Ke depannya, pihaknya mengimbau setiap pengajuan renovasi sekolah harus dibarengi dengan pengadaan meubeler dan fasilitas kelengkapan lainnya, untuk menghindari kejadian serupa.

SDN Pekayon Jaya III Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Ist)

"Makanya sekolah harus berkoordinasi. Kalau renovasi nambah rombel (rombongan belajar-red), kan kebutuhannya bertambah juga. Tidak mungkin rombel ditambah, bangkunya tidak. Nanti kita masukkan dalam anggaran, jadi berkesinambungan. Selama ada laporan masyarakat, Banggar nanti akan evaluasi. Persoalannya kalau tidak ada laporan, diam-diam aja. Kaya ini kan dua tahun diam-diam aja. Kecuali dia lapor ke DPRD akan kita respons," ujarnya.

Sudah Pernah Dilaporkan

Sementara itu, Sriwianti, Pengawas SD Se-Bekasi Selatan yang berjumlah 12 sekolah, mengaku sudah pernah melaporkan kondisi SDN Pekayon Jaya III ke dinas terkait, bahkan sejak kepemimpinan Kadisdik sebelumnya.

"Sudah laporan dan buat proposal. Cuma waktu tahun 2018 belum ada pengadaan sarana masyarakat. Baru tahun ini ada pengadaan dan sekarang sudah terealisasi," kata perempuan yang baru setahun mengawasi sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi menyebutkan pengadaan bangku dan meja belajar di SDN Pekayon Jaya III berasal dari kelebihan meubeler sekolah lain sehingga masih berstatus pinjam pakai.

"Sebenarnya bukan bekas, kelebihan itu yang masih layak pakai. Nanti kita akan upayakan kalau sudah ada pengiriman, mungkin yang baru kita akan serahkan kepada sekolah. Kalau itu fungsinya hanya pinjam pakai," kata Krisman.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Foto : Okezone.com/Wijayakusuma)

Bantah Pembiaran Pengadaan

Ia menjelaskan, pengadaan meja dan bangku di SDN Pekayon Jaya III sudah pernah dilakukan pada Juli 2017, saat sekolah sedang direnovasi. Meubeler sebanyak 2 rombel yang sedianya diperuntukkan untuk gedung baru, akhirnya dipakai untuk gedung yang lama.

"Jadi pengiriman per bulan Juli 2017, sedangkan bangunan itu selesai per November. Meubeler duluan yang datang, gedungnya belum selesai. Makanya kita belum mencukupi secara keseluruhan. Nanti setelah selesai kita akan mencukupi dengan mencari kelebihan di (sekolah) yang lain," ujarnya.

Baca Juga : Tak Ada Bangku-Meja di Kelas, Siswa SDN Dekat Rumah Walkot Bekasi Belajar Lesehan

Krisman juga membantah adanya pembiaran oleh pihaknya lantaran pengajuan proposal untuk pengadaan meubeler SDN Pekayon Jaya III, dikabarkan tak pernah mendapat respons. Menurutnya, tahun 2018 Pemkot Bekasi tak memiliki anggaran untuk meubeler dan baru dianggarkan kembali pada tahun ini. Untuk SD sendiri terdata sebanyak 99 rombel yang diprioritaskan, termasuk empat rombel untuk SDN Pekayon Jaya III.

Baca Juga : Murid SD Belajar Lesehan Dekat Rumah Wali Kota, Ini Kata Disdik Bekasi

"Jadi yang dibangun enam rombel terpenuhi. 2017 dua rombel, 2019 empat rombel. Berarti SD tersebut akan mendapatkan meubeler yang berisi meja, kursi, white board, meja dan kursi guru, secara satu paket baru," tuturnya.

Baca Juga : Siswa SD Negeri di Bekasi Belajar Lesehan, Legislator: Kok Masih Ada Ya!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini