nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemrov DKI Diminta Bisa Mewadahi PKL Tanpa Melanggar Peraturan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 06:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 338 2106178 pemrov-dki-diminta-bisa-mewadahi-pkl-tanpa-melanggar-peraturan-NRj9OCq750.jpg Pedagang Kaki Lima (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Jogo mengkritik langkah Pemrov DKI Jakarta yang memberikan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di trotoar. Ia menyarankan agar Pemda DKI mencari solusi lain yakni dengan memberikan lokasi tertentu bagi para PKL.

Nirwono menyarankan agar Pemprov DKI melakukan pendataan secara akurat terkait jumlah dan jenis PKl yang ada di Ibu Kota. Setelah itu dilakukan maka tempatkan PKL ke pasar rakyat terdekat, dan pusat perbelanjaan.

"(Setiap pasar dan pusat perbelanjaan) wajib mnyediakan 10 persen lahan untuk menampung PKL seperti di Gandaria City) yang memiliki kantin gedung perkantoran atau diikutkan dalam berbagai kegiatan festival kesenian," kata Nirwono kepada Okezone, Rabu (18/9/2019).

PKL

Baca juga: Diminta Menteri PUPR, Anies Akan Jelaskan soal Izin PKL di Trotoar

Sebab kata dia, yang pasti PKL tidak dibenarkan untuk berjualan di trotoar. Hal itu jelas melanggaran aturan Undang-Undang yang ada dan membuat kora semerawut.

"Prinsipnya PKL tidak boleh berjualan di trotoar, tetapi pemda dapat mewadahi tempat berjualan sehingga tidak ada yang dirugikan dan tidak melanggar aturan," tambahnya.

Nirwono menjelaskan, untuk memberikan wadah bagi para PKL itu sendiri sebetulnya sudah ada Pergub Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pengaturan Tempat dan Pembinaan Usaha Mikro PKL. "Tinggal diteruskan penerapannya," tuturnya.

Karena lanjut dia, apapun alasan Pemrov DKI yang berencana untuk membolehkan PKL berjualan di trotoar akan melawan ketentuan hukum dalam hal ini UU yabg sudah ada.

"Sebagai gubernur kepala daerah harusnya mematuhi aturan hukum yang berlaku, dan setiap kebijakannya di Jakarta dapat menjadi contoh untuk ditiru oleh kota-kotal lain di Indonesia," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini