nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurir 20 Kg Sabu Divonis 19 Tahun Penjara

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 17:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 20 338 2107371 kurir-20-kg-sabu-divonis-19-tahun-penjara-D7fFaIAcot.jpg Majelis Hakim Memvonis 2 Kurir 20 Kg Sabu di PN Depok (foto: Okezone/Wahyu M)

DEPOK - Pengadilan Negeri (PN) Depok memvonis terdakwa Zaki Fiqrillah dan Muhamad Yusuf karena terbukti bersalah secara sah menjadi kurir peredaran 20 kilogram sabu.

Keduanya terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman sebagaimana diatur dan diancam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga: Baru Bebas dari Penjara, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu 

Kedua terdakwa tersebut menjalankan sidang di ruang sidan IV dengan majelis hakim yang diketuai Nanang Herjunanto dengan anggota Eko Julianto dan Sri Rejeki Marsinta, pada Kamis 18 September 2019.

"Terdakwa Yusuf divonis selama 19 tahun dan denda 1 miliar kalau tidak dibayar diganti 6 bulan penjara dan terdakwa Zaki divonis 17 tahun dan denda 1 miliar kalau tidak dibayar diganti 6 bulan penjara," kata Humas PN Depok Nanang Herjunanto saat dihubungi wartawan Sabtu (20/9/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Depok ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksan Negeri Depok Adhi Prasetya Handono. Dalam hal ini Muhamad Yusuf dituntut seumur hidup dan Zaki Fiqrillah dituntut 18 tahun penjara.

"Yang meringankan terdakwa karena belum pernah melakukan kesalahan dan berbuat baik selama persidangan," jelasnya.

Nanang menuturkan, dua terdakwa ini ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Jumat, 23 Maret 2019 di warung kelontong Jalan Plenongan RT001/019 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, dan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Mereka ditangkap karena memiliki sabu sebanyak 20 Kilogram.

"Mereka hanya perantara bukan bandarnya maka pasal yang dikenakan 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan keterangan tertulis Badan Narkotika Nasional, penangkapan dan pengungkapan jaringan narkotika Malaysia, Aceh, Medan, Jakarta dan Depok, dilakukan pada 2 lokasi berbeda di Kota Depok.

Kejadian itu bermula pada Jumat tanggal 22 Maret 2019 sekira pukul 16.00 WIB terdakwa Muhamad Yusuf ditelepon oleh seseorang bernama Tengku Umar alias Yan (daftar pencarian orang), untuk mengambil narkotika jenis sabu di Jatiwaringin. Kemudian terdakwa berangkat ke Jatiwaringin menggunakan sepeda motor merk Suzuki Skywave bernopol B 6445 EIO.

Sesampainya di pom bensin Jatiwaringin terdakwa dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang tak dikenal, dan menyuruh terdakwa ke Jatiwarna, Bekasi. Sesampainya di situ terdakwa dihubungi kembali melalui telepon oleh seorang yang tak dikenal dan selanjutnya mengarahkan untuk mengikuti jalan sampai bertemu sebuah masjid yang disebelahnya ada gang dan menunggu di sana.

Tak berselang lama datang seseorang yang tak dikenal oleh terdakwa dan menyerahkan satu buah tas warna hitam yang di dalamnya berisi dua karung. Kemudian barang tersebut ditaruh di jok motor dan diikat oleh terdakwa lalu menuju kembali ke warung kelontong Jalan Baru Plenongan RT 001/019 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Setelah terdakwa sampai di warung kelontong langsung menghubungi Tengku Umar alias Yan untuk mengatakan barang sudah di warung, lalu Tengku Umar alias Yan bilang ‘tunggu saja, besok ada yang ambil’.

Sewaktu terdakwa membuka satu buah tas warna hitam tersebut di dalamnya berisi dua karung, yakni satu karung berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 10 bungkus dengan berat brutto 10.481 gram, dan satu karung berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 10 bungkus dengan berat brutto 10.516 gram. Selanjutnya barang tersebut kembali dimasukan ke dalam tas warna hitam dan digantung di dinding belakang warung dekat kamar mandi.

Keesokannya sekira pukul 10.00 WIB terdakwa dihubungi kembali oleh Tengku Umar alias Yan untuk mengantar narkotika jenis sabu, namun terdakwa menolak. Lalu Tengku Umar alias Yan menjelaskan ‘ya sudah, nanti ada yang ambil namanya Zaki Fiqrillah. Sekira pukul 10.30 WIB terdakwa pulang ke rumah, namun karena terdakwa merasa perasaannya tak enak kemudian terdakwa pergi ke arah Pamulang.

Baca Juga: Kepala BNN Sebut Peredaran Narkoba 90% Dikendalikan dari Lapas 

Saat terdakwa sedang berjalan ke arah Pamulang terdakwa dihubungi oleh terdakwa Zaki Fiqrillah dan menanyakan dimana letak tas berisi sabu tersebut. Selanjutnya terdakwa menjelaskan bahwa tas berisi sabu tersebut terdakwa gantung di dinding belakang warung dekat kamar mandi, jadi tinggal langsung ambil saja.

Ketika terdakwa sedang mengendarai sepeda motor di daerah Pamulang tiba-tiba di Jalan Surya Kencana No. 1 Pamulang Tangerang Selatan, terdakwa diberhentikan lalu ditangkap oleh saksi Rachmad Sigit Navyono dan saksi Ali Imron menuju warung kelontong Jalan Baru Plenongan RT 001/019 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Setelah sampai kemudian para saksi langsung melakukan penggeledahan di dalam warung kelontong dan ditemukan satu karung berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 10 bungkus dengan berat brutto sekira 10.516 gram yang disimpan di dalam ember warna hijau diatas plafon warung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini