nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisruh Pengadaan Meja dan Bangku, Kepala Sekolah SD Bekasi Mendadak Diganti

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 03:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 20 338 2107518 kisruh-pengadaan-meja-dan-bangku-kepala-sekolah-sd-bekasi-mendadak-diganti-5aHzh2uyIs.jpg SDN Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dapat bantuan bangku dan meja, setelah siswa selama 2 tahun belajar secara lesehan. (Foto : Okezone.com/Wijayakusuma)

BEKASI – Kisruh pengadaan meja dan bangku (meubeler) di SDN Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyeret isu pergantian kepala sekolah (kepsek) di SD tersebut. Pasalnya, per 20 September 2019, Kepala SDN Pekayon Jaya III, Mahfud, digantikan Raden Tati Mahyati.

DPRD Kota Bekasi menyayangkan sikap Dinas Pendidikan (Disdik) atas pergantian kepsek yang dinilai tidak etis itu.

"Beliau diberhentikan begitu saja, padahal sudah memimpin cukup lama dan termasuk guru dan kepsek senior. Ini tidak tepat, harusnya diberikan evaluasi yang baik. Jangan tiba-tiba diganti seperti ini. Sangat menyedihkan buat kita kalau apa-apa langsung diganti seperti ini," kata anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Sardi Effendi, saat ditemui Okezone, Jumat (20/9/2019).

Sementara pihak sekolah berdalih pergantian pucuk pimpinan lantaran kepsek yang lama tengah mengalami stroke. Namun, dewan justru menilai ada ketidakwajaran dalam proses pergantian kepsek SDN Pekayon Jaya III, yang terkesan mendadak itu.

"Pertanyaan saya, Disdik kenapa harus mengganti kepsek yang sedang sakit? Yang kedua, kepsek yang ditempatkan di sana apakah sudah melalui prosedur tes calon kepsek atau belum?" ujarnya.

DPRD Kota Bekasi. (Foto : Okezone.com/Wijayakusuma)

Pergantian kepsek yang seolah terburu-buru pasca disorotnya SDN Pekayon Jaya III perihal ketidaktersediaan meubeler, dikhawatirkan Sardi dapat mengubah mindset sekolah-sekolah negeri lainnya untuk berlaku yang sama.

"Disdik belum menjelaskan kenapa terburu-buru mengganti kepsek. Jangan sampai adanya kepsek baru itu hanya berkaitan dengan kisruh meubeler. Nanti SD-SD se Kota Bekasi setiap kisruh, kepseknya diganti," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sosok kepsek pengganti juga tak boleh hanya bermodalkan titel dan jam terbang mengajar, tapi juga harus mengetahui setiap detail permasalahan yang sedang dialami sekolah yang bersangkutan.

"Kepsek yang baru ini harus memahami persoalan-persoalan di SD Pekayon Jaya III, jangan sampai tidak. Seperti meubeler yang ada itu harus dihitung secara cermat kebutuhannya. Ditambah harus ada yang namanya tes calon kepsek, biar ada kualifikasi," katanya.

Pun demikian, Sardi berharap anggaran pengadaan meubeler untuk SD negeri Kota Bekasi bisa dialokasikan secara merata dan menyeluruh, sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Terutama sekolah-sekolah yang kondisi meubelernya banyak yang tidak layak pakai.

"Banyak meubeler yang bangku-bangkunya patah, pakunya sampai keluar, ini harus diperbaiki. Semua meubeler harus sesuai standar SNI, bahwa sarpras harus berstandar dan bersertifikat," tegasnya.

"Makanya kita berharap Disdik tidak merencanakan sebuah kegagalan, tapi rencanakan sebuah kematangan berkaitan dengan hitung-hitungan jumlah meubeler kebutuhan setiap SD seperti apa. Karena bagaimanapun meubeler yang ada jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah siswa SD di Kota Bekasi," tuturnya.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Foto : Okezone.com/Wijayakusuma)

Terpisah, Kadisdik Kota Bekasi, Inayatullah menepis isu pergantian pimpinan SDN Pekayon Jaya III berkaitan dengan kisruh meubeler.

"Kepala SDN Pekayon Jaya III sakit stroke. Tidak ada hubungannya (dengan kisruh meubeler), kebetulan bersamaan saja," ujarnya.


Baca Juga : Tak Ada Bangku-Meja di Kelas, Siswa SDN Dekat Rumah Walkot Bekasi Belajar Lesehan

Ia juga menegaskan kepala sekolah terpilih sudah melalui proses seleksi administrasi, akademik serta diklat. Sosok pengganti kepsek sendiri merupakan usulan dan masukan dari Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) kecamatan.

"Masukan dari KPPS kecamatan," katanya.


Baca Juga : 2 Tahun Belajar Lesehan, Kini SDN di Bekasi Dapat Bantuan Bangku dan Meja

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini