nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurir 20 Kilogram Sabu Divonis Ringan, Kejaksaan Negeri Depok Ajukan Banding

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 12:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 21 338 2107594 kurir-20-kilogram-sabu-divonis-ringan-kejaksaan-negeri-depok-ajukan-banding-7Z8iQhjMTz.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

DEPOK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok langsung mengajukan banding setelah 2 kurir sabu 20 kilogram divonis ringan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok.

"Kami banding, itu bandar besar jangan main-main kami tuntut seumur hidup malah divonis ringan," ucap Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari kepada Okezone, Sabtu (21/9/2019).

Sufari mengungkapkan, Zaki Fiqrillah dan Muhamad Yusuf ditangkap Badan Narkotika Nasional Jumat, 23 Maret 2019 di warung kelontong Jalan Plenongan RT001/019 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, dan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Mereka ditangkap karena memiliki sabu sebanyak 20 kilogram.

Baca Juga: Kurir 20 Kg Sabu Divonis 19 Tahun Penjara 

Sidang Vonis 2 Kurir 20 Kg Sabu di PN Depok (foto: Okezone/Wahyu M)

"Bandar sabu itu ditangkap BNN karena ada jaringan Internasional. Sabu itu dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Aceh, Medan, Jakarta dan Depok," jelasnya.

Menurut dia, penegakan hukum terhadap bandar sabu tidak bisa ditoleransi, karena saat ini pemerintah sedang menyatakan perang terhadap narkoba.

"Coba fikir ini sabu 20 kg, hancur generasi kita kalau bandar dihukum ringan. Untuk itu kami banding," ucapnya.

Diwartakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Depok memvonis terdakwa Zaki Fiqrillah dan Muhamad Yusuf karena terbukti bersalah secara sah menjadi kurir peredaran 20 kilogram sabu.

Keduanya terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman sebagaimana diatur dan diancam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kedua terdakwa tersebut menjalankan sidang di ruang sidan IV dengan majelis hakim yang diketuai Nanang Herjunanto dengan anggota Eko Julianto dan Sri Rejeki Marsinta, pada Kamis 18 September 2019.

"Terdakwa Yusuf divonis selama 19 tahun dan denda 1 milyar kalo tidak dibayar diganti 6 bulan penjara dan terdakwa Zaki divonis 17 tahun dan denda 1 milyar kalo tidak dibayar diganti 6 bulan penjara," kata Humas PN Depok Nanang Herjunanto saat dihubungi wartawan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Depok ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksan Negeri Depok Adhi Prasetya Handono. Dalam hal ini Muhamad Yusuf dituntut seumur hidup dan Zaki Fiqrillah dituntut 18 tahun penjara.

"Yang meringankan terdakwa karena belum pernah melakukan kesalahan dan berbuat baik selama persidangan," jelasnya.

Baca Juga: Baru Bebas dari Penjara, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu 

Nanang menuturkan, dua terdakwa ini ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Jumat, 23 Maret 2019 di warung kelontong Jalan Plenongan RT001/019 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, dan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Mereka ditangkap karena memiliki sabu sebanyak 20 Kilogram.

"Mereka hanya perantara bukan bandarnya maka pasal yang dikenakan 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini