nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamat: Terduga Teroris Cilincing dan Bekasi "Serpihan" Kelompok JAD

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 24 338 2108471 pengamat-terduga-teroris-cilincing-dan-bekasi-serpihan-kelompok-jad-pj7HbMVexZ.jpg Anggota Detasemen 88 Aniteror Polri (Foto: Okezone)

BOGOR - Pengamat terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Zaki Mubarak menduga penangkapan terduga teroris di Cilincing, Jakarta Utara dan Bekasi ialah pecahan kecil dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Itu 'serpihan' JAD meski tidak banyak ditemukan bom, tapi ada rencana mereka akan melaksanakan aksi amaliyah. Perpecahan di JAD itu karena banyaknya penangkapan pimpinan JAD, tapi tidak berarti menghentikan upaya mereka untuk amaliyah," kata Zaki, saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin, 23 September 2019.

Meski tergolong lingkup yang kecil, kelompok tersebut masih berbahaya. Mereka cenderung melakukan aksi teror dengan skala kecil yang mematikan, ditambah dengan peralatan yang lebih sederhana sehingga menyulitkan kepolisian.

"Memang mereka lebih sulit melakukan amaliyah seperti dulu dengan sumber daya manusia yang terbatas, tapi untuk skala yang kecil mereka masih mampu. Apa lagi mereka sekarang juga belajar dari internet untuk merakit bom jadi mudah didapatkan, mudah diracik, mudah dibawa dan mudah dipindah-pindah tempat. Untuk kepolisian juga sulit, karena tidak ada struktur yang jelas," terangnya.

Stop Terorisme

Aksi teror dengan skala kecil itu, lanjut Zaki, cenderung digunakan untuk menyerang secara personal kepasa aparat di lapangan. Jika hal itu dibiarkan, dikhawatirkan juga kelompok-kelompok kecil di daerah itu saling terkoneksi kembali.

"Tetap berbahaya, terutama dalam konteks kepolisian yang diserang secara personal, serangan sederhana tapi mematikan. Kalau dibiarkan sel-sel kecil ini bisa saling terkoneksi. Sel kecil mereka ini untuk survival, kalau dulu kan ada amir yang jelas, strukturnya juga jelas jadi mudah terdeteksi. Ini kerjaan keras untuk polisi karana lebih sulit mendeteksi mereka," ujar Zaki.

Sementara, terkait keberadaan mereka yang mulai mendekati Ibu Kota dinilainya sebagai salah satu strategi untuk menghindari deteksi polisi. Sehingga, kini mereka lebih memilih berada di daerah yang tidak dicurigai atau teridentifikasi gerakan teroris.

"Selama ini penangkapan di pinggiran Jakarta. Mungkin karena kantong-kantongnya sudah teridentifikasi jadi bergeser. Cilincing awalnya tidak termasuk wilayah yang terindentifikasi titik teroris, juga hampir tidak pernah ada penangkapan di situ. Perubahan itu bagian dari strategi untuk keluar dari pengawasan polisi yang fokus di wilayah Depok, Bekasi, Tangerang sebagai titik gerakan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini