AJI Minta Polisi Bebaskan Dandhy Laksono dari Tuntutan Hukum

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 27 September 2019 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 338 2109893 aji-minta-polisi-segera-bebaskan-dandhy-laksono-OZzXTSv1XZ.jpg YLBHI mengungkapkan kronologi penangkapan Dandhy (Foto: Twitter/@YLBHI)

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia meminta Polda Metro Jaya, segera membebaskan jurnalis yang juga sutradara film Sexy Killers, Dandhy Dwi Laksono.

“Mendesak Polda Metro Jaya melepaskan Dandhy dengan segera dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum,” ujar Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Dikatakan Riza, AJI menilai penangkapan terhadap Dhandy tidak berdasar dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Ilustrasi Shutterstock

“Penangkapan terhadap Dandhy ini bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Indonesia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Penyidik Polda Jaya Metro Jaya diketahui menanhkap Dandhy Laksono saat sedang berada di rumahnya di Pondokgede, Bekasi pada Kamis, 26 September 2019 malam.

Berdasarkan kronologi kejadian yang diungkapkan YLBHI, Dandhy pada mulanya tiba di rumah sekitar pukul 22.30 WIB. Selang 15 menit kemudian datang polisi menggedor-gedor rumah Dandy membawa surat penangkapan.

Baca Juga : Pengacara : Dandhy Dwi Laksono Ditangkap karena Suarakan Keadaan Papua

Tim pengacara Dandhy mengatakan polisi menangkap Dhandy karena cuitannya soal Papua yang diduga telah menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Polisi menjerat Dandhy dengan Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik Pasal 28.

Dandhy kemudian dibawa tim yang terdiri 4 orang ke kantor Polda Metro Jaya dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner sekitar pukul 23.05. Penangkapan tersebut disaksikan oleh dua satpam RT setempat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini